Mulai Membangun Sebuah Keluarga Impian

Kehidupan seorang manusia tidaklah lengkap tanpa didampingi oleh seseorang yang mampu serta bersedia menjadi teman hidup disaat suasana susah maupun senang, pernikahan merupakan awal dari sebuah komitmen penting dalam memulai hidup yang baru.

Rencanakan Segalanya Sedari Dini

Seorang anak merupakan pelengkap kebahagiaan rumah tangga, mari kita mulai merencanakan kebutuhan anak-anak kita sejak dini, sehingga masa depannya akan terjamin dan orangtuapun akan tenang dan sejahtera.

Masih Berkata Tidak Pada Asuransi? Coba Anda Pikirkan Kembali

Asuransi Prudential adalah kunci dari semua masalah keuangan terbesar yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Mulai dari proteksi terhadap seluruh tabungan, pendidikan anak, kesehatan, dana pensiun, aset yang dimiliki sekaligus investasi masa depan yang sangat menguntungkan.

Persiapan Untuk Hari Tua

Usia kita tidak selamanya muda, masa-masa produktif dalam mencari nafkah akan tergantikan oleh masa tua, jika kita sudah berada pada titik tersebut tentu sudah saatnya pula kita untuk beristirahat menikmati hari tua, sudahkah anda mempersiapkan dana pensiun guna hari tua anda? ataupun merencanakan keberangkatan anda ibadah haji dan umroh?

Prudential Adalah Asuransi Jiwa Terbaik

Prudential berhasil meraih penghargaan sebagai 1st Best Insurance Company sejak tahun 2001-2013, hal ini membuktikan betapa tingginya kepercayaan masyarakat kepada kinerja serta pelayanan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential yang selalu siap sedia membantu perencanaan keuangan keluarga anda.

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2015

Yuk Mari Biasakan Minum Infused Water

Di udara yang panas, rasanya sangat pas apabila minum air putih yang segar bukan? Kini ada cara menarik untuk minum air putih agar lebih sehat yaitu dengan INFUSED WATER.

Infused Water adalah air putih yang diberikan tambahan lain untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan bagi air tersebut. Infused Water biasanya diberi tambahan buah-buahan yang direndam dalam beberapa waktu hingga sari-sari buahnya keluar. Ada juga yang menyebutnya dengan Spa Water.

Infused Water dapat bertahan antara 2-5 hari di dalam lemari es (tergantung bahan yang dimasukkan ke dalam air) dan dapat ditambah terus dengan air apabila sdh dituang/diminum.

Selain segar tentunya ada khasiatnya, misalnya Lemon Infused Water yang berguna untuk menghilangkan racun didalam tubuh/detoxification apabila diminum secara teratur.

Berikut buah-buah dasar yang digunakan untuk Infused Water serta kegunaanya :

1. Green Tea, Mint, Lime- Fat Burning, Digestion, Headaches, Congestion and Breath Freshener.
2. Strawberry, Kiwi - Cardiovascular Health, Immune System Protection, Blood Sugar Regulation, Digestion.
3. Cucumber, Lime, Lemo - Water Weight Management, Bloating, Appetite Control, Hydration, Digestion.
4. Lemon, Lime, Orange - Digestion Vitamin C, Immune Defense, Heartburn, (drink this one at room temperature)


Kontak Personal :
Kurnia Harapan
0898 2284 844
0821 7627 1090
264F8132

Saya Siap Membantu Merencanakan Keuangan Anda dan Keluarga Anda 

Kamis, 24 April 2014

5 Kesalahan Saat Memakai Uang

Bukan rahasia lagi, uang menjadi kebutuhan utama banyak orang. Meski begitu, masih banyak orang yang menghabiskan uangnya tanpa tujuan yang jelas. Parahnya, keliru mengelola uang justru dapat mengakibatkan Anda terlilit utang.

Seperti dikutip dari Forbes, Kamis (28/11/2013), untuk mencegahnya, sebaiknya Anda mulai mencari tahu kesalahan pengelolaan uang yang sering dilakukan. Setelahnya, belajarlah untuk mengubah sikap Anda sebagai solusi untuk mengatasi kesalahan tersebut.

Bagi Anda yang kesulitan mengelola uang, berikut lima kesalahan penggunaan uang yang sering dilakukan dan solusi untuk mengatasinya:

1. Tak punya anggaran pengeluaran
Untuk mencapai berbagai target pengeluaran, Anda perlu memiliki anggaran belanja pribadi. Sayangnya, banyak yang tak mau meluangkan waktu untuk menyusunnya. Akhirnya, Anda tak bisa memilih hal mana yang paling prioritas untuk dibeli. Tanpa anggaran, Anda mungkin bisa berakhir memiliki banyak utang.

Solusi: Saat menerima gaji, susunlah daftar belanja pribadi. Tulis berbagai pengeluaran yang akan mengurangi pendapatan Anda. Jangan lupa, sisihkan sekitar 20%-30% tabungan Anda untuk menabung atau membayar utang. Jika masih kesulitan membaginya, batasi uang tunai yang Anda bawa.

2. Tak punya dana darurat
Saat baru menerima gaji bulanan, banyak dari Anda menghabiskannya untuk berbagai keperluan sehari-hari. Tapi hati-hati, banyak kejadian tak terduga di tengah bulan seperti sakit, mobil rusak, atau kecelakaan. Kejadian tak terduga tersebut justru dapat membuat Anda jadi berutang. Banyak orang yang akhirnya harus membayar bunga besar karena membutuhkan pinjaman dalam waktu dekat.

Solusi: Pastikan Anda memiliki tabungan untuk menghadapi kondisi-kondisi darurat yang tidak diperkirakan akan terjadi sebelumnya.

3. Tak punya target simpanan dana pensiun
Banyak pegawai yang menyadari pentingnya tabungan pensiun. Sayangnya, banyak karyawan yang tak memiliki target jumlah simpanan yang harus disiapkan dalam menghadapi pensiun. Kegiatan tersebut sama dengan membidik tanpa target. Akhirnya, proses menabung dan berinvestasi menjadi tidak efektif.

Solusi: Anda bisa menggunakan kalkulator penghitungan dana pensiun yang saat ini mulai marak tersedia di sejumlah situs online. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui berapa jumlah yang perlu Anda siapkan.

4. Tak punya rencana pembelian properti
Memasuki babak baru kehidupan setelah menikah, setiap orang tentu ingin tinggal di rumah sendiri. Untuk mempermudah mendapatkannya, Anda perlu membuat rencana pembelian properti. 

Solusi: Konsultasikan rencana pembelian properti Anda pada perencana keuangan guna mendapatkan informasi yang tepat, khususnya soal pembelian rumah.

5. Tak punya asuransi jiwa
Memiliki asuransi jiwa sangat penting mengingat tak ada yang tahu kapan seseorang bisa meninggal. Bahkan tak sedikit kemungkinan Anda bisa mengalami kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan. Pembayaran asuransi memang menuntut kesabaran dari penggunanya mengingat butuh waktu hingga bertahun-tahun untuk melunasinya.

Solusi: Jika perusahaan Anda menawarkan asuransi jiwa, pastikan Anda mengikutinya. Selain itu, dapatkan informasi lengkap mengenasi proses pembayaran dan jumlah yang akan Anda terima setelahnya. (Sis/Ndw) 

Sumber : 5 Kesalahan Saat Memakai Uang

Kesalahan Mengelola Duit Yang Sering Dilakukan Para Pensiunan

Kadang pegawai yang sudah pensiun menunjukkan ketidaktahuan dalam mengatur keuangannya. Bahkan banyak pensiunan yang tidak menyadari kesalahan sepele sehingga dapat membuat rencana pensiun yang damai menjadi gagal. 

Untuk hidup sesuai dengan gaya hidup tanpa dukungan gaji, pensiunan harus pintar mengelola keuangannya. Mereka juga perlu memahami kalau sudah tidak muda lagi. Setiap kesalahan yang dilakukan mengenai investasinya dapat mengundang beberapa masalah serius.

Selain itu, banyak pensiunan tidak memiliki petunjuk tentang berbagai aturan dan berbagai kebijakan yang terkait dengan rekening pensiun mereka.

Hasil akhirnya, mereka menghadapi kesulitan serius dalam mendapatkan uang mereka kembali, dan sering kehilangan bagian terbesar dari pendapatan mereka. Mengutip dari Buzzle.com, Minggu (20/10/2013).

Oleh karena itu, untuk memastikan kalau masa pensiun tidak perlu mengkhawatirkan uang, para pensiunan harus sangat berhati-hati. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari:

1. Mengacuhkan tentang investasi

Agar masa pensiunan berjalan baik, kebanyakan pensiunan sering berinvestasi di pasar saham. Mereka melakukannya melalui reksa dana atau dana pensiun dari perusahaan. Itu pasti keputusan bijak untuk menyisihkan penghasilan berinvestasi di saham selama bekerja. Akan tetapi berjalannya waktu, hal ini juga penting untuk menilai kembali yang telah diinvestasikan. Adapun menunda penilaian kembali ini dapat berakibat `mahal`, terutama di pasar saham yang volatile.

2. Meminjamkan uang untuk keluarga

Tak salah mendukung keuangan anak, jika tidak mengancam keamanan keuangan Anda. Banyak pensiunan sering membeli rumah pertama anak mereka, bahkan ketika sudah tak bisa menangani pensiunan mereka sendiri. Bahkan beberapa membiayai sekolah cucunya. Kadang para pensiunan juga mengambil pinjaman yang mereka tak bisa membayar. Anda sebaiknya dapat menjaga batas pinjaman yang dapat diberikan kepada anak.

3. Terlalu percaya nasihat keuangan dari teman dan keluarga

Ketika mengelola asuransi, saham, real estate, dan produk keuangan lainnya, kebanyakan pensiunan tidak ingin membuang uang dengan menyewa penasihat keuangan. Mereka mengandalkan nasihat dari teman dan keluarga. Sikap tersebut dapat berisiko bahkan rentan terhadap skema ponzi. Oleh karena itu, pensiunan diharapkan dapat menggunakan jasa penasihat keuangan untuk meminta saran mengelola keuangan.

4. Meremehkan faktor usia

Dengan semua kemajuan di dunia kedokteran membuat harapan hidup naik hari demi hari. Saat ini, usia tua adalah periode terpanjang dalam hidup seseorang. Bagian terburuk adalah kebanyakan orang tua tak memiliki tabungan cukup untuk membantu mereka melewati masa pensiun. Idealnya orang harus mulai merencanakan keuangan mereka sejak awal karirnya dan harus berinvestasi dalam rencana yang telah dirancang untuk memberikan keuntungan jangka panjang.

5. Mengambil manfaat jaminan sosial terlalu cepat

Manfaat jaminan sosial adalah keputusan penting yang tidak boleh diambil tergesa-gesa. Menurut statistik, kebanyakan orang Amerika Serikat mulai mengajukan klaim manfaat ini segera setelah mereka pensiun. Mereka tak menyadari bahwa menunda klaim tentang jaminan sosial benar-benar dapat meningkatkan persentase keuntungan bulanan mereka. Jika menunda mengklaim hingga usia 70 tahun, para pensiun dapat tambahan 8% setiap bulan untuk setiap tahun tertunda.

Sumber : Kesalahan Mengelola Duit Yang Sering Dilakukan Para Pensiunan

Pentingnya Asuransi Saat Ini

Safe Your Life, kata-kata inilah yang sering di umbar oleh agent-agent sebuag perusahaan. Yap, mereka memang memiliki misi yang mulia yaitu 'membantu kita' untuk lebih mengenal apa itu asuransi dan manfaat yang akan didapatkan agar kita bisa mendapatkan gambaran untuk memprotek kehidupan kita. Namun, dengan maraknya dan semakin banyaknya agent-agent dari berbagai perusahaan asuransi, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan persaingan antar agency untuk melakukan 'kecurangan'. Kecurangan yang saya maksud adalah kesurangan yang memanfaatkan ketidak tahuan kita tentang nilai-nilai dari manfaat dan kerugian dari sebuah produk asuransi, tak jarang juga agent dari sebuah perusahaan asuransi yang banyak menjanjikan hal-hal yang besar, namun hasilnya bak 'Tong Kosong'. Seringkali Masyarakat 'awam' yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang asuransi menjadi sasaran empuk para agent-agent asuransi untuk dijadikan target prospek mereka.

Nah, sahabat Blogger yang saya hormati. Sebagai bentuk solidaritas dan rasa ingin membantu meningkatkan pemikiran tentang asuransi, disini akan saya jelaskan apa 'Baik dan Buruk' serta 'Manfaat' dari sebuah produk asuransi, berdasarkan pengalaman saya pribadi, semoga ini akan menjadi bahan acuan sebelum anda memilih produk asuransi atau sebagai referansi produk asuransi yang telah anda miliki apakah telah sesuai kebutuhan anda dan keluarga. 3 Hal Dasar yang harus anda ketahui sebeluum membeli sebuah produk asuransi ialah; Manfaat, Untung dan Rugi.

Manfaat, sesungguhnya semua perusahaan yang menawarkan produk asuransi jiwa itu sendiri sangat baik dan sangat bermanfaat. Jika seseorang yang membeli produk asuransi jiwa ini tepat dan bijak dalam memutuskan produk apa yang dia beli. Karena intinya dari perusahaan asuransi jiwa 'Produk Dasar' dari Asuransi Jiwa yaitu Tanggungan Kematian, sedangkan produk-produk seperti tanggungan rumah sakit, kecelakaan dan jaminan masa tua, itu semua hanyalah produk tambahan yang didampingi Produk Dasar. Nah jika dicermati dengan baik, sebenarnya produk-produk tambahan inilah yang sering menimbulkan Untung atau Kerugian bagia seorang pemegang produk asuransi jiwa. Karena kebanyakan dari pembeli produk selalu menyerahkan atau hanya mengikuti saran dari agent yang mereka temui untuk membuat 'Polish' (Buku Pemegang Produk) yang akan mereka beli, pahadal produk-produk tambahan asuransi jiwa ini dapat kita sesuaikan sesuai kebutuhan.

Untung, ya asuransi jiwa juga bisa menjadi saranan mencari kekayaan bagi para agent-agent nya atau menjadi sarana untuk meningkatkan kekayaan bagi para nasabahnya.Bagaimana caranya? mengapa bisa?..
saya rasa sahabat blogger sudah tahu keuntungan-keuntungan dari asuransi jiwa, karena kebanyakan dari para agent memang banyak yang menjanjikan keuntungan jika mengikuti / membeli produk asuransi jiwa yang mereka tawarkan. Namun, dalam hal ini tidak semua berbuah manis, ini kembali lagi ke point pertama yaitu dari bijak atau tidaknya kita mengambil manfaat yang sesuai kebutuhan kita.

Rugi, nah hal yang satu ini yang paling banyak kita dengarkan dari para mantan pemegang / pemilik asuransi jiwa, mengapa? ini dikarenakan tidak bijaknya dan tidak sesuainya manfaat yang mereka beli dari sebuah produk asuransi, dan memang tidak bisa dipungkiri banyak yang mengalami kerugian setelah mengikuti / membeli produk asuransi. Mengapa tidak pernah kepikiran akan rugi jika membeli produk asuransi? ini juga banyak ditemui dikalangan masyarakat yang membeli produk asuransi, dikerenakan tidak ada penjelasan tentang kerugian dari para agent-agent asuransi yang datang kepada mereka.

Nah sahabat blogger yang saya cintai, akan saya coba untuk membantu para sahabat sekalian untuk membuka pikiran dan masa depan yang tepat dan pas untuk anda dan keluarga anda dalam membeli produk asuransi, silahkan baca dibawah ini.

Sahabat blogger, sebelum memilih paket produk asuransi jiwa yang tepat, hendaknya kita harus meilihat sisi kehidupan kita dan keluarga terlebih dahulu, ini akan mengacu pada produk yang akan kita pilih. Banyak perusahaan asuransi yang menawarkan paket asuransi jiwa include dengan investasi, nah sudah jelas perusahaan tersebut ingin memberikan kita peluang untuk hidup dengan aman tanpa memikirkan bagaimana pertanggungan jika kita sakit, tetapi ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kita.
Jadi ada 2 hal yang harus kita perhatikan dengan baik yaitu, manfaat dari asuransi dan manfaat investasinya seperti apa? Nah, silahkan anda tanyakan kepada agent asuransi jiwa yang anda kenal dan percayai.


Usahakan untuk tidak mengikuti anjuran produk dari agent asuransi yang anda temui, tetapi berusahalah mencari produk asuransi yang sesuai kebutuhan anda dan keluarga, saya pribadi telah mengantongi 1 Produk asuransi untuk Investasi, bagaimana caranya? ya,,banyak dari para sahabat yang menanyakan seperti itu, bagaimana? Dalam hal ini saya mengikuti Perusahaan asuransi yang berinisial Pr..... saya memiliki 1 produk / polish asuransi dari perusahaan tersebut yang alhamdulilah saya atur sendiri nilai-nilai manfaatnya. yang pertama saya seting sendiri untuk nilai perbandingan nilai premi, porsi proteksi dan investasi lebih besar Porsi investasinya. Mengapa? karena sesuai kontrak yang saya miliki saya akan membayar produk tersebut selama 10 thn, namun jika tidak terjadi pinalti / claim manfaat asuransi selama kontrak saya, berarti nilai / porsi manfaat asuransi yang dipotong dari premi yang saya bayarkan akan hangus, seperti layaknya kita membeli asuransi mobil akan hangus jika tidak terjadi claim. Nah tentu saja saya tidak mau rugi, karena tujuan saya ikut asuransi ingin mengambil untung, jadi saya meninggikan nilai investasinya, karena takut tidak terjadinya claim, dan hanya bisa mengambil dana tabungannya saja.


Nah sahabat blogger, semoga hal yang sedikit ini dari saya dapat bermanfaat bagi para sahabat sekalian, jika ada yang kurang jelas atau tidak memahami saya memohon maaf, namun anda bisa menghubungi saya jika ingin penjelasan yang lebih detail melalui contact us di blog ini. dan bagi para sahabat yang kurang berkenan dengan artikel saya kali ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, niat saya hanya ingin membagi informasi yang mungkin berguna bagi para sahabat blogger.

Sumber : ZR Share

Selasa, 22 April 2014

Tips Cara Menghemat Biaya Pengobatan

Menghemat biaya pengobatan memang perlu kita lakukan karena memang biaya pengobatan penyakit di masa-masa sekarang ini tidaklah murah. Untuk itulah pentingnya kita mengetahui cara menghemat biaya pengobatan yang bisa kita coba lakukan untuk juga mengatur pengeluaran kita juga.

Tips menghemat biaya harga pengobatan ini bukanlah kita tidak mau berobat ketika sakit tetapi lebih berfokus bagaimana cara kita mengatur pengeluaran yang bisa kita hemat ketika kita melakukan perawatan pengobatan penyakit yang sedang kita derita. Karena tidak dipungkiri akhir-akhir ini juga kita sering mendengar berita mengenai ditolaknya orang miskin yang membutuhkan pengobatan tetapi ditolak karena tidak mempunyai biaya untuk membayar pengobatannya.

Sungguh ironis sekali bila kita lihat banyak kemajuan dari negeri Indonesia ini. Gedung-gedung pencakar langit semakin banyak di kota-kota besar, begitu banyak juga rumah-rumah sakit baik RS pemerintah terlebih Rumah Sakit Swasta juga begitu mewah, dengan begitu banyaknya peralatan canggih medisnya. Akan tetapi hal ini tidak berlaku sepertinya untuk melayani kaum miskin di negara kita ini.

Tips Cara Menghemat Biaya Pengobatan
Berobat ke Rumah Sakit biasanya kita lakukan ketika kita sedang sakit atau pun sekedar kontrol kesehatan serta juga ketika kita akan melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan yang kita perlu lakukan. Banyak juga orang yang memilih untuk mengikuti program jaminan asuransi kesehatan untuk mempersiapkan kesehatan mereka bila dibutuhkan suatu saat kelak.
Namun dilain sisi asuransi kesehatan juga mewajibkan premi yang bisa dibilang tidak murah. Ditambah lagi, beberapa obat atau pemeriksaan kesehatan dan juga bahkan beberapa penyakit tertentu tidak ditanggung oleh asuransi. Maka diperlukan cara menghemat biaya pengobatan di Rumah Sakit juga bila kita memang harus dirawat dan diobati di Rumah Sakit.

Berikut ada beberapa cara tips trik menghemat biaya pengobatan yang dikemukakan oleh Rod Moser, PA, PhD, seorang asisten dokter utama dengan pengalaman klinis lebih dari 35 tahun dalam Web MD yaitu diantaranya :

1. Sesekali Menjadi Dokter Sendiri.
Memberikan perawatan medis bagi kita sendiri memang harus membutuhkan keterampilan khusus yang harus didapatkan dari pendidikan dan pelatihan ketrampilan khusus pula. Yang lebih penting dan ditekankan di sini adalah melakukan pencegahan yang baik dan menjaga kebersihan pribadi akan membatasi diri kita dari penyakit.

Pola hidup sehat adalah alternatif pilihan kita untuk pencegahan penyakit. Dan juga cara menghemat biaya perawatan di Rumah Sakit. Menjadi dokter maksudnya bila kita punya pengalaman sakit tertentu dan diobati sembuh, maka hal ini bisa kita coba lakukan sendiri. Hanya saja ini bila sakitnya ringan. Bila berat maka alternatif selanjutnya adalah pergi ke pelayanan kesehatan.

2. Membeli Obat Generik.
Obat generik adalah obat yang memang disediakan oleh Pemerintah yang dalam hal kualitas obat tidak jauh berbeda dengan obat paten lainnya. Seperti yang sudah sering disosialisasikan oleh pemerintah, pilihlah obat generik. Obat berlabel generik memiliki kandungan yang sama dengan obat mahal dari merek lainnya. Dan jangan pula malu atau gengsi ketika membeli obat generik juga.

3. Percayalah Sistem Kekebalan Tubuh Kita.
Jauh sebelum ada klinik yang nyaman dan dokter yang hebat, penyakit pun sudah ada. Dan penyakit itu akan sembuh sendiri berkat perlawanan dari sistem kekebalan tubuh kita. Meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi adalah salah satu jalan yang bia kita lakukan bersama.

4. Beli Obat Dalam Jumlah Besar.
Maksudnya adalah bila kita memang diharuskan untuk minum obat secara rutin dalam jangka waktu yang lama oleh karena penyakit yang kita derita maka, alternatif membeli obat yang sama sekaligus dalam jumlah yang besar akan lebih menghemat pengeluaran kita. Mintalah resep obat kepada dokter agar dapat dibeli sekaligus sehingga harganya akan menjadi lebih murah.

5. Memilih Apotik Dengan Harga Jual Obat Yang Lebih Murah.
Harga obat-obatan bervariasi di tiap tempat dan apotek. Cerdas dalam memilih dan menetukan apotik yang murah bisa dijadikan cara untuk menghemat biaya untuk membeli obat juga. Jangan ragu untuk menyurvei harga di beberapa tempat. Apotek besar sering menjual obat dengan harga lebih murah.

Berhemat Dengan Membeli Perabot Secara Paket

Persiapan mengisi rumah sangat mengeluarkan banyak biaya. Sahabat Prudential Ingin berhemat? Inilah Tips & Triknya.

Industri properti yang kembali bersinar menjadi berkah bagi pengusaha mebel. Pengembangan hunian-hunian baru, baik berupa rumah yang menjejak tanah maupun apartemen, ikut meningkatkan kebutuhan perabot yang baru.

Tak aneh, bisnis penjualan mebel seperti tak pernah sepi. Selain selalu dibutuhkan, model maupun gayanya semakin berkembang. Malah, selain mengisi rumah-rumah baru, seringkali pemilik rumah juga merasa perlu mengganti beberapa perabotnya untuk sekadar berganti suasana atau mengikuti gaya yang sedang menjadi tren.

Maklum, perubahan gaya atau konsep sebuah rumah tinggal ikut memaksa sang pemilik menyesuaikan berbagai perabot pengisi rumahnya. Terlebih, jika perubahan gaya itu benar-benar total. Tidak mungkin mebel bergaya klasik mengisi rumah bergaya minimalis.

Untuk memudahkan konsumen dalam memadupadankan atau memilih perabot, kini banyak produsen mebel menawarkan berbagai perabot rumah dalam sistem paket. Misalnya, bedroom set yang terdiri dari tempat tidur, lemari, nakas, dan meja rias dengan ornamen yang seragam. Alhasil, ruang tidur pun akan tampak kompak oleh sentuhan desain yang serupa.

Seperti terlihat dalam pameran mebel yang digelar di Jakarta Convention Center, 14 Januari hingga 22 Januari lalu, Westwood, produsen mebel asal Jakarta, menawarkan paket untuk ruang tidur. Paket ini mencakup sebuah ranjang berukuran 200 sentimeter (cm) x 180 cm, lemari tiga pintu, satu meja rias, dan dua unit nakas. Harga satu set perkakas itu Rp 35 juta.

Westwood mematok harga yang relatif tinggi ini lantaran menggunakan bahan baku kayu jati utuh. Nelly Rosylawati, Manajer Pemasaran Westwood bilang, saat ini, untuk mendapatkan kayu dengan kualitas yang bagus sangat susah. Harga kayu pun terus merangkak naik.

Menurut Nelly, selain bedroom set, Westwood juga menawarkan beragam paket perabot mebel untuk mengisi ruang makan dan ruang keluarga. “Tapi, yang paling banyak dicari adalah paket untuk ruang tidur,” tuturnya.

Meski telah dikemas dalam paket, pembeli tetap bisa menambah dengan jenis mebel lainnya. Namun, mereka harus sabar menunggu. Soalnya, Westwood tak menyediakan barang ready stock, sehingga konsumen harus menunggu sekitar dua bulan untuk mendapatkan perabot idaman.

Selain itu, proses pembuatan perabot itu cukup lama lantaran Westwood hanya mengandalkan keahlian tangan (handmade). “Kami tak menggunakan mesin, semua dikerjakan dengan tangan,” terang Nelly. Apalagi, dalam proses finishing atau penyelesaian akhir, seringkali Westwood menambahkan sentuhan seni, sehingga meski berkesan minimalis, perabot tetap terlihat lebih bernilai.

Nelly menyarankan pembeli berbelanja mebel dalam paket, ketimbang membeli secara satuan. Tujuannya, supaya konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Pasalnya, bila membeli secara satuan, konsumen hanya mendapat potongan harga sekitar 5% hingga 10%. Sedangkan, rabat yang ditawarkan dalam pembelian paket bisa mencapai 20%.

Berbeda dengan Westwood yang menawarkan mebel berbahan kayu jati, Albatros mengemas paket furnitur dengan menggunakan kayu solid yang sering disebut medium density board (MDF). Harga bahan baku kayu jenis ini lebih murah ketimbang kayu jati utuh.

Albatros menyediakan pilihan paket, mulai dining set, living set, hingga bedroom set. Harga yang ditawarkan tiap paket ini mulai Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Hery Mulyana, staf pemasaran Albatros, menyebutkan bahwa harga paket di kisaran itulah yang banyak diminati pelanggan. “Kalangan atas biasanya memilih produk Albatros dengan harga paket di atas Rp 20 juta,” ujarnya.

Menurut perhitungan Hery, dengan membeli perabot secara paket, konsumen bisa berhemat hingga 10% ketimbang membeli secara satuan. 
Hery juga menambahkan, banyak pelanggan memburu produk Albatros karena bentuknya simpel, minimalis, tapi tetap memperlihatkan kesan elegan.

Untuk memuaskan pelanggannya, Albatros juga memenuhi pesanan khusus. Namun, konsumen harus mau menunggu antara dua bulan hingga tiga bulan. “Untuk pemesanan ini, pelanggan harus membayar uang muka sebesar 20%,” kata Hery.

Selain untuk ruang tidur, ruang tamu, dan ruang keluarga, penjualan dalam bentuk paket berlaku pula untuk produk kitchen set pengisi ruang dapur. Metric, misalnya, menawarkan solusi pengisian perabot dapur, mulai desain hingga pembuatan mebelnya.

Maklum saja, banyaknya kegiatan dan peralatan memasak di sebuah dapur menuntut perencanaan yang benar-benar matang untuk membuat perabot dapur. Tujuannya, tentu saja, agar tak mengganggu atau mendukung kegiatan memasak sang pemilik rumah.

Produsen kitchen set yang produknya sering muncul dalam acara masak-memasak ini sejak awal memang berkonsentrasi pada urusan mebel dapur. Bahkan, boleh dibilang, Metric sudah identik denganpantry.

Meski begitu, perusahaan yang berdiri pada 1994 ini akhirnya merambah produk mebel lain. Sebab, seiring pelanggan bertambah, ada juga yang meminta perabot rumah lainnya. Akhirnya, Metric juga membuat perabot sesuai permintaan pelanggan. “Kini, kami juga membuat wardrobe dan TV cabinet,” ujar Hilal Salim Naji, desainer dan pemasar eksekutif Metric.

Sama seperti Westwood, Metric tak menyediakan stok mebel yang bisa langsung diboyong pembeli ke rumah. Maklum, ukuran, bentuk, dan kebutuhan kitchen set di tiap rumah tidak sama. Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan Metric ketika mendapat pesanan dari pelanggan adalah berkonsultasi soal kebutuhan serta pengukuran ruangan. Baru berikutnya Metric membuat desain yang cocok dengan spesifikasi dan keinginan konsumen.

Untuk menggarap seperangkat kitchen set, Metric membutuhkan waktu cukup lama. Hilal bilang, untuk sebuah pantry, waktu pembuatan bisa sekitar empat bulan. Rentang waktu itu sudah termasuk proses produksi selama tiga bulan.

Harga seperangkat kitchen set pun baru bisa ditentukan setelah proses desain rampung. Dari beberapa kitchen set yang diusung dalam pameran mebel pekan lalu, rata-rata banderol harganya berkisar antara puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Khusus perabot di ruang keluarga, wardrobe, Metric menggunakan bahan MDF. Namun, untuk area pantry yang lebih banyak bersentuhan dengan air, Metric memakai bahan yang lebih tahan air. Semua material yang menjadi bahan baku produknya diimpor dari Singapura, Taiwan, dan Jerman. Hanya pengerjaan yang dilakukan di Indonesia.

Paket kamar anak

Tak hanya perabot untuk ruang-ruang formal yang harus tampil cantik dan mendukung kegiatan penghuni, mebel di kamar anak juga perlu disiapkan dengan baik.

Maklum, banyak orang tua juga ingin mendandani kamar sang buah hati dengan cantik. Ya, dengan perabot sesuai usianya, mereka ingin memaksimalkan imajinasi anaknya.

Pengusaha pun menangkap peluang dengan menyediakan mebel ruang tidur anak dalam paket. Salah satunya adalah CV Sinar Mulia Furniture. 
Tak berbeda jauh dengan komposisi kamar dewasa, kamar anak-anak tak hanya membutuhkan ranjang dan kasur. Dalam satu paket ini, Sinar Mulia juga menyiapkan lemari baju, lemari buku, meja belajar, hingga meja rias.

Pembelian dalam bentuk paket bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain harganya lebih murah ketimbang membeli satuan, model dan desainnya bisa serasi dengan perabot lainnya. “Sistemnya sama seperti produk dewasa, hanya karakternya yang berbeda,” ujar Riri, staf pemasaran Sinar Mulia.

Salah satu bedroom set kamar anak yang ditawarkan Sinar Mulia adalah model Zebra. Perabot ini terdiri dari ranjang satu anak, satu lemari tiga pintu, meja belajar, meja rias, dan sebuah nakas. Paket ini dibanderol seharga Rp 13,2 juta. Jika harus membeli satuan barang, total biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp 18 juta.

Sinar Mulia juga memajang model Benteng. Model ini memiliki ranjang yang menyatu dengan meja belajar. Di atas meja belajar, bisa dimanfaatkan sebagai tempat bermain anak dengan ornamen seperti benteng pertahanan.

Paket Benteng ini dijual dengan harga Rp 13,6 juta. Harga itu jauh lebih murah ketimbang hitungan per satuan yang total nilainya mencapai Rp 17 juta.

Warna-warna ceria juga menjadi pilihan untuk kamar anak. FA Furniture, misalnya, menawarkan mebel berwarna cerah sesuai dengan jiwa anak yang ceria. Mereka menyediakan perabot mebel untuk anak berusia tiga tahun hingga 13 tahun. Bahan yang dipakai untuk perabot ini adalah kayu jenis MDF. Supaya lebih aman sebagai mebel anak, FA menggunakan cat non-toxic untuk finishing.

Pemilik FA Furniture, Stefanus Sriwijaya mengatakan, banderol harga satu set perabot kamar anak ini mulai Rp 7 juta. Dengan harga itu, pembeli akan mendapatkan bedroom set, mulai tempat tidur, lemari, nakas, dan meja belajar. Pembeli juga bisa memesan secara khusus spesifikasi mebel.

Untuk pemesanan, pembeli pun harus membayar uang muka sebesar 50%. Lantas, Stefanus menjamin, waktu pengerjaan bisa mencapai sekitar tiga minggu. Setelah pembayaran lunas, barang segera dikirim. Kini, FA Furniture sudah mengirim produknya ke Singapura dan Brunei.

Siap belanja perabot?

Sumber : Kontan

Kamis, 17 April 2014

Lima Cara Mudah Mencapai Proteksi Optimum




1. Mengetahui cakupan proteksi Anda. Setiap tahun biaya kesehatan terus meningkat. Anda perlu mengetahui berapa jumlah proteksi yang Anda miliki atau yang disediakan oleh kantor. Setelah itu apakah jumlah proteksi tersebut sudah mencukupi seluruh kemungkinan kebutuhan Anda di masa depan jika terjadi musibah yang tak diinginkan.

2. Mengetahui prioritas Anda. Mulailah menyusun prioritas alokasi keuangan Anda. Mungkin Anda sudah mulai menabung dan memiliki dana cadangan. Namun menabung saja tidaklah cukup, karena bisa jadi dana yang ditabung akan habis apabila terjadi musibah. Dengan memiliki asuransi, Anda mempunyai proteksi yang cukup yang bisa diandalkan menghadapi risiko tak terduga di masa depan. Alokasikan dana untuk tabungan dan asuransi yang seimbang sehingga keduanya dapat saling mendukung.

3. Mengetahui risiko Anda. Setiap individu punya risiko yang berbeda yang melekat pada diri dan lingkungannya, apakah itu di sekitar tempat kerja atau tempat tinggalnya. Orang yang bekerja di lokasi berbahaya punya risiko lebih tinggi ketimbang orang yang bekerja di rumah saja. Demikian juga dengan penyakit-penyakit bawaan atau yang pernah muncul dalam sejarah kesehatan keluarga. Bangunlah kesadaran tentang risiko diri sendiri.

4. Ajarkan anak Anda untuk mengelola keuangan mereka. Ajarkan anak-anak Anda cara menyimpan dan mengelola keuangan mereka. “Beri seseorang ikan, Anda sudah memberinya makan untuk hari ini. Ajarkan seseorang memancing, dan Anda sudah memberinya makan seumur hidup.” Mereka akan tumbuh menjadi individu yang mandiri dan cerdas, yang secara efektif dapat mengelola keuangan mereka sendiri dan mendidik anak-anak mereka sendiri juga.

5. Konsultasilah dengan ahli perencana keuangan di kantor perwakilan asuransi yang siap membantu Anda atau berdiskusi dengan keluarga dan teman yang paham soal keuangan untuk mengkaji kembali kebijakan keuangan Anda. Ini harus dilakukan setiap tahun atau ketika ada perubahan yang signifikan dalam hidup Anda seperti memutuskan menikah, memulai sebuah keluarga atau membeli rumah baru. Hal ini untuk memastikan bahwa secara keuangan Anda siap apabila menghadapi keadaan yang tidak menguntungkan.

Senin, 14 April 2014

Kenapa Masih Membuang Uang Untuk Membunuh Diri Sendiri


Kenapa orang mau menghabiskan lebih dari Rp,10.000/hari untuk sebungkus rokok, padahal sudah jelas diperingatkan & tertera di bungkusan setiap rokok

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

kenapa orang mau menghabiskan uang lebih dari Rp,10.000/hari untuk membeli

KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

dibandingkan membayar Rp. 15.000/hari untuk membeli asuransi yang memberikan santunan hingga Rp,100.000.000 apabila anda terkena salah satu PENYAKIT KRITIS ?

Fakta Asuransi Di Indonesia

Sekilas tentang fakta asuransi di Indonesia
  1. Dari 100% penduduk Indonesia, hanya 4% yg memiliki asuransi
  2. Dari 100% angka kematian, 67% meninggal karena penyakit jantung
  3. Dari total angka kematian, 90% tidak siap dana medis
Mari bersama - sama kita memberikan edukasi kepada masyarakat disekitar kita akan pentingnya asuransi. 

More Info : Kurnia Harapan | 0821 7627 1090 | 0898 2284 844 | 264F8132

Demi pensiun nyaman, tempuh rencana tambahan

JAKARTA. Salah satu keuntungan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang kerap diunggulkan di zaman dulu adalah keberadaan jaminan pensiun. Namun, kita tahu, kini keistimewaan tersebut tak lagi eksklusif dinikmati kalangan PNS.

Sesuai aturan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja swasta di sektor formal juga berhak mendapatkan jaminan pensiun. Perusahaan lazim mengikutsertakan para karyawan ke program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Iuran dana pensiun para pekerja swasta ini biasanya dipotong dari gaji bulanan mereka sendiri atau ditambah kontribusi perusahaan. Alhasil, gaji bulanan Anda tak cuma dipotong untuk iuran Jamsostek, tapi juga untuk iuran pensiun.

Namun, yang menjadi masalah, kebanyakan program dana pensiun yang diikuti karyawan di kantor kurang sesuai harapan. Ini juga yang dirasakan oleh Maya, pekerja swasta di kawasan Jakarta Selatan. Setiap bulan, sekitar 3% dari gaji pokok Maya dipotong perusahaan untuk iuran pensiun atau DPLK.

DPLK Maya disertakan di sebuah bank pelat merah yang bisa dia cek perkembangan dananya. Tapi, imbal hasil DPLK Maya terbilang kecil, yaitu cuma sekitar 5%–6% per tahun. “Itu karena dananya diinvestasikan di instrumen konservatif seperti instrumen fixed income,” kata dia, mengutip penjelasan dari kantornya.

Tak heran setelah hampir lima tahun bekerja di kantor tersebut, hasil investasi DPLK Maya termasuk masih minim. Jauh di bawah kebutuhan dana pensiun Maya kelak.

Coba proaktif
Budi Raharjo, perencana keuangan One Shildt Consulting, melihat, apa yang dialami Maya jamak terjadi. DPLK dari perusahaan kebanyakan diputar dalam formula investasi yang konservatif.

Padahal, kebutuhan dana pensiun termasuk kebutuhan pokok yang harus direncanakan sedari dini dengan hitungan yang tepat. “Masa pensiun tidak bisa dianggap main-main karena merupakan masa pengangguran paling lama,” kata Budi.

Kendati kelak Anda tetap produktif di usia pensiun, hasilnya kemungkinan sulit menyamai masa produktif. Kecuali Anda berwiraswasta. Lantas, bagaimana menyiasati situasi tersebut agar kebutuhan dana pensiun Anda terkejar?

Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba melobi pemberi kerja terkait formula investasi DPLK Anda. Misalnya, formula investasi DPLK Anda saat 
ini lebih banyak diputar di instrumen pendapatan tetap dan pasar uang yang berimbal hasil konservatif.

Cobalah proaktif meminta pengkajian ulang rumus investasi agar lebih agresif dengan memilih instrumen ekuitas seperti reksadana saham. Ajak rekan kerja atau manfaatkan lobi serikat pekerja untuk menyuarakan inisiatif Anda.

Tanpa bersikap proaktif, formula investasi dana pensiun Anda akan berjalan apa adanya (default). Namun, seandainya langkah lobi itu tidak berhasil Anda tempuh, jangan keburu kesal dan putus asa.

Para perencana keuangan menilai, satu-satunya jalan adalah membarengi kepemilikan DPLK di kantor dengan menjalankan rencana pensiun sendiri. “Buat sendiri atau kombinasikan dengan yang sudah ada,” kata Mike Rini, perencana keuangan MRE Consulting. DPLK di kantor yang sudah ada biarkan saja tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hasilnya kelak akan bisa mendukung kekuatan dana pensiun Anda.

Nah, berikut langkah yang harus Anda tempuh dalam merencanakan dana pensiun.

Hitung kebutuhan
Agar bisa menghitung kebutuhan dana pensiun dengan akurat, ada beberapa hal yang harus Anda tentukan. Yaitu, usia berapa Anda akan pensiun, juga usia harapan hidup. Usia pensiun di Indonesia rata-rata 55 tahun–60 tahun. Adapun usia harapan hidup berkisar 72 tahun.

“Tentukan juga standar dan gaya hidup seperti apa yang Anda inginkan kelak,” imbuh Ratih Nurmalasari, perencana keuangan ZAP Finance.

Pertimbangkan pula kondisi kesehatan Anda kelak saat masuk usia pensiun. Masukkan perkiraan kebutuhan pengeluaran untuk biaya kesehatan. Terlebih jika Anda belum memiliki asuransi kesehatan.

Anda bisa menghitungnya memakai kalkulator finansial yang banyak tersedia di internet dam smartphone atau menghitung sendiri. Jangan lupa menimbang faktor inflasi dan tingkat bunga di pasar (lihat Simulasi Hitungan Dana Pensiun).

Cermat pilih produk
Setelah mengetahui kebutuhan dana pensiun, saatnya Anda memilih produk yang tepat untuk membiakkan dana. Sesuaikan pilihan produk dengan profil risiko Anda.

Namun, jika usia Anda kini terbilang muda dan target pensiun masih lama, instrumen yang agresif lebih tepat menjadi pilihan. Misalnya, saham, reksadana saham, atau reksadana campuran. Anda bisa mendiversifikasi dana pensiun ke banyak produk. Misal, kebutuhan investasi untuk dana pensiun Anda Rp 1,61 juta per bulan.

Bagi dua dana tersebut ke dua produk yang masing-masing memiliki asumsi return sesuai hitungan simulasi. Langkah diversifikasi itu bisa meminimalisasi risiko berinvestasi sekaligus memudahkan Anda dalam menilai kinerja produk.

Membuka DPLK baru di bank, kata Budi, juga bisa menjadi pilihan. Produk DPLK di bank bisa membantu kedisiplinan persiapan dana pensiun. Maklum, pencairan DPLK tidak semudah pencairan reksadana. Anda bisa terhindar dari godaan mengambil dana sebelum 
memenuhi target.

Paling cepat setahun setelah menjadi peserta DPLK, Anda baru bisa menarik dana. Itupun biasanya dibatasi hanya 50% dari akumulasi iuran, dan dibebani dengan beban biaya penarikan berkisar 1%–2% dari dana yang ditarik. Keuntungan lain, ada insentif pembebasan pajak selama Anda menjadi peserta.

Di pasar banyak produk DPLK ditawarkan. Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebagai contoh, menawarkan DPLK pasar uang, DPLK pendapatan tetap, campuran, hingga DPLK saham. Masing-masing berbeda isi sesuai nama. “DPLK Saham dananya diputar di reksadana saham,” kata Zulkarnaen, bagian layanan konsumen BRI.

Di Bank Mandiri pilihannya lebih banyak. Nonny Novriany, petugas layanan konsumen Mandiri, bilang, ada lima jenis pilihan investasi DPLK Mandiri. Yaitu, investasi pasar uang, pendapatan tetap, kemudian investasi saham, investasi kombinasi dan investasi syariah.

Masing-masing pilihan investasi menentukan rumus racikan dana juga pilihan produk dasar atau underlying asset. Oh, iya, minimal iuran DPLK di bank rata-rata mulai Rp 100.000 per bulan. Bahkan iuran DPLK BNI mulai Rp 50.000 per bulan. Terbilang ringan, bukan?

Rajin mengevaluasi perkembangan
Rencana dana pensiun merupakan rencana keuangan nan panjang. Jangan malas mengevaluasi perkembangan dana pensiun Anda. Apakah semua hitungan masih sesuai asumsi Anda semula?

Sekadar contoh, mendadak Anda ingin mempercepat usia pensiun. Hitungan kebutuhan dana pensiun tentu berubah. Begitu juga terkait kinerja produk dana pensiun yang Anda pilih untuk membiakkan dana.

Rekomendasi perencana keuangan di produk seperti reksadana dan DPLK bukan tanpa alasan. Untuk reksadana, biasanya ada kesempatan melakukan pengalihan alias switching dana ke produk reksadana lain.

Begitupun DPLK yang memungkinkan Anda meminta perubahan rumus racikan investasi yang lebih mendukung target. Cermati biaya-biaya yang menyertai setiap produk agar pertumbuhan dana pensiun Anda bisa optimal.

Kalau rencana sudah Anda susun dan jalankan dengan matang, tugas Anda tinggal berdoa agar kelak saat tiba waktunya, Anda bisa menjalani masa pensiun dengan nyaman.

Sumber : Kontan

Menyusun rencana kehidupan di masa senja

JAKARTA. Menghabiskan masa senja dikelilingi anak dan cucu mungkin menjadi harapan bagi sebagian besar orang kelak. Selain limpahan kasih sayang, tak adanya kendala dari sisi keuangan tentu akan membuat hati para lanjut usia (lansia) tenteram.

Namun kenyataan kadang tak selamanya manis. Banyak hal yang terkadang meleset dari harapan. Misalnya, anak-cucu sibuk dengan aktivitas masing-masing atau anak-cucu Anda tinggal di tempat yang jauh. Bisa juga hal ini menimpa Anda yang tak punya anak atau memutuskan hidup melajang. Sementara itu, Anda tetap harus berjuang supaya bisa bertahan hidup dari sisi finansial dan dari segi fisik.

Anda tentu mafhum, pada usia tertentu, seseorang berangsur-angsur bisa kehilangan kemampuan untuk melakukan hal-hal dasar, seperti berjalan dan mandi. Oleh karenanya, para perencana keuangan menyarankan agar Anda juga memasukkan biaya perawatan di usia lansia dalam daftar kebutuhan dana pensiun.

Lantas sejak kapan Anda mulai harus memikirkan pendanaan masa tua ini? Para perencana keuangan kompak menjawab sebaiknya sedini mungkin sejak Anda mulai mendapatkan penghasilan. Alasannya, makin dini Anda memulai, makin ringan cicilan dana masa tua Anda. Di samping itu, tempo yang panjang memungkinkan Anda lebih leluasa untuk memilih keranjang investasi.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan, minimal dana yang mesti diinvestasikan adalah 10% dari total penghasilan dan idealnya 30%. Fungsi dana ini beragam, termasuk pendanaan untuk masa lansia. “Soalnya alokasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jam-sostek) yang rata-rata 2%–5% dari gaji, menurut saya, tidak akan cukup,” kata Mike.

Jika diurutkan dari sisi prioritas pemenuhan kebutuhannya, perencana keuangan dari AFC Financial Check Up Lisa Soemarto mengatakan, dana hari tua berada pada urutan kelima bersama dengan kebutuhan pembelian rumah sebagai investasi. Sementara urutan pertama hingga keempat berturut-turut adalah arus kas yang positif, tidak ada utang konsumtif, terpenuhinya dana darurat, asuransi kesehatan plus asuransi jiwa jika ada orang yang bergantung pada penghasilan Anda.

Jika empat kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, seseorang lebih leluasa merancang alokasi dana hari tuanya. Lisa mengatakan, umumnya, biaya kehidupan saat pensiun adalah 50%-75% dari biaya hidup saat masih aktif bekerja. Namun, besarnya biaya hidup masa pensiun ini memang tergantung dari gaya hidup yang Anda pilih. Ada pula yang biaya hidupnya justru lebih besar karena orang tersebut ingin menikmati hidupnya.

Pilihan perawatan

Nah, berkaitan dengan perencanaan perawatan dan penjagaan bagi para lansia setelah mereka mulai kehilangan kemampuan dasarnya, berikut ini ada beberapa pilihan yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

Membeli long term care insurance

Nama long term care insurance (LTC) mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Ini bisa dimaklumi karena produk asuransi ini memang sepertinya belum ditawarkan di Indonesia. Namun, perencana keuangan dari Shildt Financial Planner Risza Bambang berpendapat, produk ini sangat cocok menjawab kebutuhan akan perawatan dan penjagaan bagi seseorang yang sudah kehilangan kemampuan untuk melakukan hal-hal dasar seperti para lansia.

LTC sebenarnya tidak hanya ditujukan bagi para lansia tetapi bagi siapa pun yang sudah mulai kehilangan kemampuan untuk melakukan kegiatan dasar. Kegiatan dasar yang dimaksud, antara lain, makan, mandi, memakai baju, dan berjalan. “Kebutuhan seperti ini tentu tidak dikover oleh asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis,” kata Risza.

Pasalnya, asuransi kesehatan hanya menerima klaim dari pemegang polis jika orang tersebut melakukan rawat inap dan rawat jalan saja. Demikian juga dengan asuransi penyakit kritis yang memberikan penggantian biaya ketika pasien memang sudah sakit. Sementara LTC melakukan penggantian biaya bagi seseorang yang mulai terbatas secara fisik meski orang tersebut tidak sedang dalam kondisi sakit.

Penanganan bagi pemegang polis LTC bisa menyerupai di rumahsakit juga. Misalnya saja, menyediakan kamar tidur khusus, toilet khusus, dan kursi roda, hingga menempatkan perawat untuk membantu si pemegang polis yang sudah tidak bisa mandiri tersebut.

Untuk mendapatkan manfaat LTC tentu ada biaya lebih besar yang harus dirogoh dibandingkan jika Anda membeli asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis. Risza mencontohkan, di Boston, AS biaya perawatan untuk pemegang polis LTC dalam setahunnya bisa mencapai US$ 40.000–US$ 100.000 atau sekitar Rp 365,8 juta–Rp 914,5 juta (kurs US$ 1 = Rp 9.145).

Besar kecilnya premi untuk bisa mendapatkan manfaat tersebut tentu beragam. Layaknya asuransi, faktor profil dan tingkat kesehatan pemegang polis sangat menentukan penghitungan premi oleh perusahaan asuransi. Tak terkecuali jenis perawatan macam apa yang diinginkan.

Karena harganya mahal, Risza bilang, hanya orang tertentu yang bisa dan layak membeli asuransi LTC. Selain mesti memiliki kemampuan finansial yang memadai, Risza mengatakan, Anda yang memiliki risiko penyakit genetis, seperti stroke, kanker, obesitas, dan parkinson, lebih layak membeli produk ini karena potensi terkena penyakit serupa sangat besar.

Produk LTC ini sudah marak dan umum ditawarkan di Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Kanada. Meski produk ini tak dijajakan di Tanah Air, Anda juga tetap bisa memiliki produk ini. Kata Risza, Anda bisa melongok produk asuransi yang ditawarkan perusahaan asuransi di luar. “Paling dekat coba lihat asuransi di Australia karena setahun saya di sana sudah ada LTC,” katanya.

Beberapa perusahaan asuransi yang diketahui menawarkan produk LTC, seperti John Hancock Life Insurance, Prudential Financial, dan Sun Life Financial. Dari hasil simulasi premi di website John Hancock, seseorang yang berusia 30 tahun dan tinggal di Texas harus membayar premi tahunan US$ 2.280 (sekitar Rp 20,85 juta) atau premi bulanannya US$ 205,2 (sekitar Rp 1,88 juta). Premi tersebut untuk besaran uang pertanggungan US$ 547.500 (sekitar Rp 5 miliar) dengan masa asuransi lima tahun dan manfaat harian sebesar US$ 300 (sekitar Rp 2,74 juta).

Menyewa perawat

Selain membeli LTC, Anda bisa juga menyewa perawat pribadi di rumah. Perawat yang dimaksud bisa saja berasal dari rumahsakit atau perawat pribadi yang memang sudah terlatih untuk merawat lansia hingga pada tindakan medis paling sederhana.

Memang saat ini tidak ada standar gaji bagi perawat lansia. Melongok website Yayasan Cinta Keluarga, salah satu penyalur jasa baby sitter, perawat lansia, dan pembantu rumahtangga (PRT), gaji perawat lansia berpengalaman mulai Rp 1,5 juta-Rp 3 juta per bulan. Oh, ya, biaya tersebut baru gaji bagi perawatnya lo, belum mencakup biaya medis yang kemungkinan dibutuhkan lansia.

Lisa mengatakan, untuk biaya medis, sebaiknya Anda mengandalkan asuransi kesehatan yang sudah dibeli saat masih muda dan sehat. Sementara untuk biaya perawatan di rumah, termasuk menggaji perawat, barulah mengambil dana yang tersimpan dalam instrumen investasi yang juga diasumsikan sudah dikumpulkan semasa masih aktif bekerja.

Tinggal di panti werda

Sengaja bercita-cita menghabiskan waktu di panti werda mungkin belum dianggap lumrah oleh masyarakat Indonesia. Lisa mengatakan, sebagian besar masyarakat Indonesia masih beranggapan panti werda adalah tempat buangan. “Padahal, ada positifnya juga, yakni mereka tinggal di komunitas yang sama, diperhatikan dari sisi gizi, dijaga orang berkompeten, dan tidak kehilangan kehidupan sosial juga,” beber Lisa.

Jika Anda mempunyai pemahaman yang sama dan kelak tertarik tinggal di panti werda, silakan simak simulasi 2 dan 3 pada tabel di samping. Asumsi Lisa, biaya tinggal di panti werda Rp 4,25 juta dan Rp 6 juta per bulan tersebut sudah masuk kategori menengah atas untuk wilayah Jakarta. Tentu ada pula biaya tinggal di panti werda yang harganya lebih miring.

Sumber pendanaan

Sokongan finansial yang mantap setidaknya bisa menjadi jaminan akan perawatan masa lansia yang lebih berkualitas. Jenis perawatan lansia yang Anda pilih tentu akan mempengaruhi besar dana yang mesti diinvestasikan dan pilihan keranjang investasinya.

Para perencana keuangan pun kompak menyebut, selama rentang investasinya masih panjang alias di atas 15 tahun keranjang investasi berbasis saham layak menjadi pilihan. Instrumennya bisa langsung saham, reksadana saham, dan reksadana campuran. Maklum, instrumen berbasis saham secara historikal bisa menghasilkan keuntungan rata-rata di atas 25% per tahun alias mengalahkan inflasi.

Lisa dan Risza bilang, jelang masa pensiun, instrumen investasi berbasis saham tersebut sebaiknya dialihkan ke instrumen investasi yang lebih likuid dan bisa memberikan pemasukan tetap. Tujuannya agar dana lebih mudah diambil. Misalnya, deposito, ORI atau sukuk ritel.

Selamat menyusun rencana hari tua yang menyenangkan!

Sumber : Kontan

Rabu, 09 April 2014

Sudah siap untuk pensiun?

Seorang teman mengatakan, ia jadi dokter karena sampai mati tidak bakal pensiun. Saat mendengar itu, saya terhenyak, karena gaya hidup sekarang bisa jadi hilang saat mencapai usia 55 tahun.

Apa pun latar belakang Anda, saya yakin, semua tidak rela jika gaya hidup modern yang dijalani terpaksa dipangkas akibat lalai mempersiapkan pensiun. Daripada pusing, mari simak tulisan perencana keuangan ZAP Finance Prita H.Ghozie, berikut ini!

Langkah awal menuju pensiun

Masa pensiun bisa jadi merupakan waktu terlama dalam hidup Anda tanpa punya pekerjaan tetap dan penghasilan yang tetap. Berbeda dengan merencanakan punya rumah misalnya, merencanakan pensiun sedikit lebih rumit, karena keberhasilan perencanaan Anda tidak hanya tergantung dari berapa saldo pundi-pundi yang terkumpul saat hari pensiun, tapi juga berapa banyak yang Anda pakai setiap tahun di masa pensiun.
Sebuah riset dari bank asing mengungkap fenomena menarik bahwa orang Asia tergolong orang yang paling masa bodoh urusan pensiun. Jangka waktu yang kita siapkan hanyalah 5 tahun. Jadi, pensiun usia 55 tahun, dana sudah habis di usia 60 tahun. Pendahulu kita mungkin bisa mengandalkan keturunan untuk mengurus mereka di masa pensiun. Sadarlah, zaman sudah berubah dan generasi muda menghadapi tantangan hidup yang lebih berat.
Langkah pertama, tentukan kapan Anda mau pensiun. Buat Anda yang karyawan, usia 45-55 tahun bisa jadi pilihan. Sedangkan jika Anda adalah seorang wirausaha atau pekerja profesi, mungkin berhenti bekerja secara langsung di usia 60-65 tahun. Misal Andi, 35 tahun dan mau pensiun di usia 50 tahun, maka Andi punya 15 tahun untuk mengumpulkan pundi pensiun.
Setelah itu, tentukan berapa lama Anda berencana mendanai gaya hidup di masa pensiun. Maksudnya, sampai usia berapa Anda berencana untuk mandiri secara finansial dengan gaya hidup yang diinginkan. Target yang dipasang biasanya antara usia 75-80 tahun, tergantung angka harapan hidup seseorang.
Berikutnya adalah menentukan berapa kisaran biaya hidup yang diinginkan saat Anda pensiun. Paling mudah menggunakan angka 100% dari biaya hidup masa kini.
Secara umum, biaya-biaya yang akan menurun saat pensiun adalah biaya transportasi, biaya rumah tangga jika anak-anak sudah menikah dan tidak menumpang orangtua. Adapun, biaya-biaya yang mungkin meningkat adalah biaya kesehatan, berlibur, dan hadiah. Untuk Andi yang punya target biaya hidup Rp 10 juta per bulan, maka saldo dana pensiun yang dibutuhkan sebesar Rp 9,5 miliar!

Bebas secara finansial

Saran terbaik yang dapat diberikan adalah mencari penghasilan pasif untuk menutup biaya hidup di masa pensiun. Sumber dana pensiun Anda saat ini umumnya dari saldo JHT Jamsostek, saldo DPPK atau DPLK dari perusahaan, dan tentu saja aset pribadi Anda.
Secara statistik, mereka yang bisa hidup nyaman di masa pensiun adalah mereka yang punya penghasilan pasif dari aset investasinya. Jika semua biaya hidup di masa pensiun dapat tertutup oleh penghasilan pasif, maka Anda sudah bebas secara finansial alias mencapai kondisi financial freedom.
Aset likuid yang dapat memberikan penghasilan pasif contohnya adalah hidup dari bagi hasil deposito, dan mengambil selisih keuntungan dari hasil investasi reksadana atau pun saham. Jadi, modal dasar investasi tidak pernah ditarik.
Berkebalikan, jika Anda memilih untuk punya aset tidak likuid, seperti properti. Usahakan agar aset ini produktif, seperti menjadikannya rumah kost, rumah toko, perkebunan jati emas, atau sawah. Alternatif lain, punya bisnis atau usaha yang dijalankan oleh orang lain, sehingga Anda mendapat keuntungan tiap bulan.
Dengan membaca artikel ini hingga habis, setidaknya Anda mulai terpikir untuk merencanakan masa pensiun yang indah. Langkah berikutnya membuat rencana pensiun, dan melakukan implementasi yang sesuai. Ingat, sebagian dari penghasilan yang diperoleh saat ini merupakan hak untuk hidup sejahtera di masa depan. Jadi, sudah siap untuk pensiun? Live a beautiful life!

Sumber : Kontan

Mau berinvestasi tapi takut risiko? Ini solusinya

JAKARTA. Banyak orang belum juga melakukan investasi. Padahal, mereka sudah punya penghasilan tinggi, dan punya tanggungan masa depan, diantaranya adalah kebutuhan untuk anak-anaknya kelak.

Biasanya, orang-orang seperti ini tidak berani mengambil risiko. Perlu diingat, setiap investasi pasti mengandung risiko, apapun instrumennya. Jangankan investasi, setiap tindakan yang kita lakukan pun pasti ada risikonya. Namun bukan berarti kita tidak bisa terhindar dari risiko.

Rheza Karyanto, Assistant Vice President Head of Investment, Bancassurance, and Treasury Product Commonwealty Bank Indonesia mengatakan, ada risiko yang bisa dihindari dan ada risiko yang harus berani dihadapi.

Berikut tips dari Rheza agar Anda bisa menjadi calon investor yang siap menghadapi risiko:

1. Kenali profil Anda

Setiap orang punya level aman yang berbeda-beda dalam berinvestasi. Dengan menganalisa dan mengenali profil risiko, maka seseorang bisa mengatur batas risiko yang dapat diterima dan memilih produk investasi yang membuatnya nyaman. Karena pada akhirnya, hal yang paling penting bagi seorang investor adalah bisa tidur nyenyak di malam hari.

2. Pertimbangkan perusahaan yang sudah jelas

Banyak jenis investasi yang menawarkan skema yang menarik, tapi ternyata tidak punya izin yang jelas. Sebelum mempertimbangkan, pastikan perusahaan yang menawarkan investasi punya izin usaha dari regulator. Kalau bentuknya produk keuangan, tentu izinnya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, reputasi dan track record juga bisa jadi acuan. Beberapa perusahaan atau produk terbaik akan memiliki sejarah penghargaan yang menunjukkan konsistensi kinerja dan keberhasilannya.

3. Ketahui sebab akibat munculnya risiko

Setiap penjual pasti menjelaskan semua yang bagus-bagus dari produknya. Seringkali, para marketing sales mengimingi-imingi return tinggi atas suatu investasi.

Patut diingat, return dan risiko itu seperti dua mata koin yang sama. Misal, ada produk yang memberikan return 10% per bulan. Artinya, dia bisa memberikan kerugian 10% sebulan. Jadi, bersikaplah kritis untuk cari tahu apa sebab akibatnya. Apa penyebab kenaikan? Jika kondisi berbalik, apa risikonya?

Untuk menambah informasi dari si penjual, mari luangkan waktu belajar dari buku atau internet dan sempatkan waktu untuk mengikuti seminar atau kursus publik.

4. Pilih produk sesuai tujuan

Memilih produk investasi ibarat memilih kendaraan. Kalau mau ke Puncak, Bogor, orang Jakarta pilih naik mobil. Tapi kalau ke Bali, orang pilih naik pesawat bukan mobil, karena lebih efektif.

Begitu pula dengan investasi. Untuk tujuan jangka pendek, gunakan instrumen yang lebih aman seperti deposito atau obligasi. Kalau tujuannya masih panjang, instrumen yang lebih berisiko, seperti saham bisa menjadi pilihan.

Tapi, kalau dilakukan sebaliknya (jangka pendek di saham, jangka panjang di deposito), maka akan sama seperti naik pesawat ke Puncak atau naik mobil ke Bali. Sampainya tidak jelas kapan dan justru malah lebih berisiko.

5. Sebar risikonya

Cara terakhir adalah, meminimalkan risiko. Sebar risiko atau istilah kerennya "diversifikasi". Hal ini dapat dilakukan dalam dua cara: sebar produknya dan sebar waktunya. Dengan kata lain, investasikan dana Anda dalam beberapa produk dan secara bertahap.

Sehingga risikonya tidak terkonsentrasi pada satu produk saja. Dananya pun jangan diinvestasikan sekaligus dalam jumlah besar di saat awal. Tetapi, dibagi beberapa bagian dalam periode tertentu.

Semua investasi, pasti ada risikonya. Tetapi tidak berinvestasi punya risiko lebih besar. Yang penting, pahami risikonya dan jadikan dia sebagai teman Anda dalam mencapai tujuan. Apakah Anda sudah siap berinvestasi?

Sumber : Kontan

Demi pensiun nyaman, tempuh rencana tambahan

Kebanyakan pekerja formal sudah memiliki program dana pensiun yang difasilitasi oleh perusahaan. Namun, bisa jadi program dana pensiun dari kantor kurang optimal memberikan imbal hasil. Program pensiun tambahan menjadi agenda wajib karyawan agar target dana pensiun bisa terpenuhi.


JAKARTA. Salah satu keuntungan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang kerap diunggulkan di zaman dulu adalah keberadaan jaminan pensiun. Namun, kita tahu, kini keistimewaan tersebut tak lagi eksklusif dinikmati kalangan PNS.

Sesuai aturan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja swasta di sektor formal juga berhak mendapatkan jaminan pensiun. Perusahaan lazim mengikutsertakan para karyawan ke program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Iuran dana pensiun para pekerja swasta ini biasanya dipotong dari gaji bulanan mereka sendiri atau ditambah kontribusi perusahaan. Alhasil, gaji bulanan Anda tak cuma dipotong untuk iuran Jamsostek, tapi juga untuk iuran pensiun.

Namun, yang menjadi masalah, kebanyakan program dana pensiun yang diikuti karyawan di kantor kurang sesuai harapan. Ini juga yang dirasakan oleh Maya, pekerja swasta di kawasan Jakarta Selatan. Setiap bulan, sekitar 3% dari gaji pokok Maya dipotong perusahaan untuk iuran pensiun atau DPLK.

DPLK Maya disertakan di sebuah bank pelat merah yang bisa dia cek perkembangan dananya. Tapi, imbal hasil DPLK Maya terbilang kecil, yaitu cuma sekitar 5%–6% per tahun. “Itu karena dananya diinvestasikan di instrumen konservatif seperti instrumen fixed income,” kata dia, mengutip penjelasan dari kantornya.

Tak heran setelah hampir lima tahun bekerja di kantor tersebut, hasil investasi DPLK Maya termasuk masih minim. Jauh di bawah kebutuhan dana pensiun Maya kelak.

Coba proaktif
Budi Raharjo, perencana keuangan One Shildt Consulting, melihat, apa yang dialami Maya jamak terjadi. DPLK dari perusahaan kebanyakan diputar dalam formula investasi yang konservatif.

Padahal, kebutuhan dana pensiun termasuk kebutuhan pokok yang harus direncanakan sedari dini dengan hitungan yang tepat. “Masa pensiun tidak bisa dianggap main-main karena merupakan masa pengangguran paling lama,” kata Budi.

Kendati kelak Anda tetap produktif di usia pensiun, hasilnya kemungkinan sulit menyamai masa produktif. Kecuali Anda berwiraswasta. Lantas, bagaimana menyiasati situasi tersebut agar kebutuhan dana pensiun Anda terkejar?

Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba melobi pemberi kerja terkait formula investasi DPLK Anda. Misalnya, formula investasi DPLK Anda saat 
ini lebih banyak diputar di instrumen pendapatan tetap dan pasar uang yang berimbal hasil konservatif.

Cobalah proaktif meminta pengkajian ulang rumus investasi agar lebih agresif dengan memilih instrumen ekuitas seperti reksadana saham. Ajak rekan kerja atau manfaatkan lobi serikat pekerja untuk menyuarakan inisiatif Anda.

Tanpa bersikap proaktif, formula investasi dana pensiun Anda akan berjalan apa adanya (default). Namun, seandainya langkah lobi itu tidak berhasil Anda tempuh, jangan keburu kesal dan putus asa.

Para perencana keuangan menilai, satu-satunya jalan adalah membarengi kepemilikan DPLK di kantor dengan menjalankan rencana pensiun sendiri. “Buat sendiri atau kombinasikan dengan yang sudah ada,” kata Mike Rini, perencana keuangan MRE Consulting. DPLK di kantor yang sudah ada biarkan saja tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hasilnya kelak akan bisa mendukung kekuatan dana pensiun Anda.

Nah, berikut langkah yang harus Anda tempuh dalam merencanakan dana pensiun.

Hitung kebutuhan
Agar bisa menghitung kebutuhan dana pensiun dengan akurat, ada beberapa hal yang harus Anda tentukan. Yaitu, usia berapa Anda akan pensiun, juga usia harapan hidup. Usia pensiun di Indonesia rata-rata 55 tahun–60 tahun. Adapun usia harapan hidup berkisar 72 tahun.

“Tentukan juga standar dan gaya hidup seperti apa yang Anda inginkan kelak,” imbuh Ratih Nurmalasari, perencana keuangan ZAP Finance.

Pertimbangkan pula kondisi kesehatan Anda kelak saat masuk usia pensiun. Masukkan perkiraan kebutuhan pengeluaran untuk biaya kesehatan. Terlebih jika Anda belum memiliki asuransi kesehatan.

Anda bisa menghitungnya memakai kalkulator finansial yang banyak tersedia di internet dam smartphone atau menghitung sendiri. Jangan lupa menimbang faktor inflasi dan tingkat bunga di pasar (lihat Simulasi Hitungan Dana Pensiun).

Cermat pilih produk
Setelah mengetahui kebutuhan dana pensiun, saatnya Anda memilih produk yang tepat untuk membiakkan dana. Sesuaikan pilihan produk dengan profil risiko Anda.

Namun, jika usia Anda kini terbilang muda dan target pensiun masih lama, instrumen yang agresif lebih tepat menjadi pilihan. Misalnya, saham, reksadana saham, atau reksadana campuran. Anda bisa mendiversifikasi dana pensiun ke banyak produk. Misal, kebutuhan investasi untuk dana pensiun Anda Rp 1,61 juta per bulan.

Bagi dua dana tersebut ke dua produk yang masing-masing memiliki asumsi return sesuai hitungan simulasi. Langkah diversifikasi itu bisa meminimalisasi risiko berinvestasi sekaligus memudahkan Anda dalam menilai kinerja produk.

Membuka DPLK baru di bank, kata Budi, juga bisa menjadi pilihan. Produk DPLK di bank bisa membantu kedisiplinan persiapan dana pensiun. Maklum, pencairan DPLK tidak semudah pencairan reksadana. Anda bisa terhindar dari godaan mengambil dana sebelum 
memenuhi target.

Paling cepat setahun setelah menjadi peserta DPLK, Anda baru bisa menarik dana. Itupun biasanya dibatasi hanya 50% dari akumulasi iuran, dan dibebani dengan beban biaya penarikan berkisar 1%–2% dari dana yang ditarik. Keuntungan lain, ada insentif pembebasan pajak selama Anda menjadi peserta.

Di pasar banyak produk DPLK ditawarkan. Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebagai contoh, menawarkan DPLK pasar uang, DPLK pendapatan tetap, campuran, hingga DPLK saham. Masing-masing berbeda isi sesuai nama. “DPLK Saham dananya diputar di reksadana saham,” kata Zulkarnaen, bagian layanan konsumen BRI.

Di Bank Mandiri pilihannya lebih banyak. Nonny Novriany, petugas layanan konsumen Mandiri, bilang, ada lima jenis pilihan investasi DPLK Mandiri. Yaitu, investasi pasar uang, pendapatan tetap, kemudian investasi saham, investasi kombinasi dan investasi syariah.

Masing-masing pilihan investasi menentukan rumus racikan dana juga pilihan produk dasar atau underlying asset. Oh, iya, minimal iuran DPLK di bank rata-rata mulai Rp 100.000 per bulan. Bahkan iuran DPLK BNI mulai Rp 50.000 per bulan. Terbilang ringan, bukan?

Rajin mengevaluasi perkembangan
Rencana dana pensiun merupakan rencana keuangan nan panjang. Jangan malas mengevaluasi perkembangan dana pensiun Anda. Apakah semua hitungan masih sesuai asumsi Anda semula?

Sekadar contoh, mendadak Anda ingin mempercepat usia pensiun. Hitungan kebutuhan dana pensiun tentu berubah. Begitu juga terkait kinerja produk dana pensiun yang Anda pilih untuk membiakkan dana.

Rekomendasi perencana keuangan di produk seperti reksadana dan DPLK bukan tanpa alasan. Untuk reksadana, biasanya ada kesempatan melakukan pengalihan alias switching dana ke produk reksadana lain.

Begitupun DPLK yang memungkinkan Anda meminta perubahan rumus racikan investasi yang lebih mendukung target. Cermati biaya-biaya yang menyertai setiap produk agar pertumbuhan dana pensiun Anda bisa optimal.

Kalau rencana sudah Anda susun dan jalankan dengan matang, tugas Anda tinggal berdoa agar kelak saat tiba waktunya, Anda bisa menjalani masa pensiun dengan nyaman.

Sumber : Kontan