Mulai Membangun Sebuah Keluarga Impian

Kehidupan seorang manusia tidaklah lengkap tanpa didampingi oleh seseorang yang mampu serta bersedia menjadi teman hidup disaat suasana susah maupun senang, pernikahan merupakan awal dari sebuah komitmen penting dalam memulai hidup yang baru.

Rencanakan Segalanya Sedari Dini

Seorang anak merupakan pelengkap kebahagiaan rumah tangga, mari kita mulai merencanakan kebutuhan anak-anak kita sejak dini, sehingga masa depannya akan terjamin dan orangtuapun akan tenang dan sejahtera.

Masih Berkata Tidak Pada Asuransi? Coba Anda Pikirkan Kembali

Asuransi Prudential adalah kunci dari semua masalah keuangan terbesar yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Mulai dari proteksi terhadap seluruh tabungan, pendidikan anak, kesehatan, dana pensiun, aset yang dimiliki sekaligus investasi masa depan yang sangat menguntungkan.

Persiapan Untuk Hari Tua

Usia kita tidak selamanya muda, masa-masa produktif dalam mencari nafkah akan tergantikan oleh masa tua, jika kita sudah berada pada titik tersebut tentu sudah saatnya pula kita untuk beristirahat menikmati hari tua, sudahkah anda mempersiapkan dana pensiun guna hari tua anda? ataupun merencanakan keberangkatan anda ibadah haji dan umroh?

Prudential Adalah Asuransi Jiwa Terbaik

Prudential berhasil meraih penghargaan sebagai 1st Best Insurance Company sejak tahun 2001-2013, hal ini membuktikan betapa tingginya kepercayaan masyarakat kepada kinerja serta pelayanan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential yang selalu siap sedia membantu perencanaan keuangan keluarga anda.

Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

Yuk Berasuransi

Mungkin Saat Listrik dirumah anda Nyala, anda anggap sebuah Lilin TIDAK ADA GUNANYA, Tapi begitu Listrik Padam, Sebuah Lilin kecil mampu Menerangi Seisi Rumah anda... Walaupun tidak seterang saat Listrik Nyala, tetapi Lilin Mampu memberikan Kedamaian buat yang ada disekitarnya...



Begitu Juga dengan ASURANSI... Asuransi Tidak bisa menggantikan kebahagiaan ketika ANDA masih UTUH BERSAMA KELUARGA ANDA.. Namun setidaknya Dengan Asuransi anda bisa tetap memberi SECERCAH KEBAHAGIAAN buat keluarga Yang anda saat anda TIDAK LAGI BERSAMA MEREKA...

Yok Berasuransi...

Apa Yang Sudah Anda Persiapkan Sebelum Datangnya 5 Perkara?
Info Lebih Lanjut Hubungi
KURNIA HARAPAN | 0721 9959 257 | 0898 2284 844 |
PIN BLACKBERRY : 264F8132
Melayani Konsultasi Via SMS dan BBM

Selasa, 13 Januari 2015

Belum Cukup Sakit



Seorang laki-laki pergi mengunjungi seorang petani tua yang dulunya adalah pemburu terkenal. Ketika tiba di pertanian, ia melihat salah satu anjing berburu sang petani terbaring di halaman.

Jelas sekali anjing itu merasa sangat tidak nyaman. Ia merasa terganggu oleh sesuatu, dan gangguan itu menyebabkannya terus menggonggong serta merintih. Setelah memperhatikan selama beberapa menit, laki-laki itu bertanya kepada si petani, "Sebenarnya apa sih yang membuat anjing itu tidak nyaman?"

"Jangan pedulikan anjing tua itu," jawab sang petani. "Ia sudah seperti itu selama bertahun-tahun."

"Pernahkah Anda membawanya ke dokter hewan untuk mencari tahu masalahnya?" tanya laki-laki itu penasaran.

"Buat apa? Saya tahu persis apa yang salah dengan anjing itu. Ia hanya terlalu malas."

"Tapi apa hubungannya dengan rintihannya?"

"Anda tahu," jawab sang petani, "kebetulan di tempat anjing itu duduk ada paku yang mencuat dari kayu. Paku itu menusuk kakinya dan mengganggunya sehingga setiap kali duduk di situ, ia menggonggong dan merintih."

Dengan terbelalak, tamu itu berseru, "Lalu mengapa ia tidak pindah ke tempat lain?"

"Yaahh...." kata petani itu, "saya duga kesakitan itu tidak cukup untuk membuatnya berpindah."

#################################################################################

Hanya ada 2 hal yang bisa memotivasi seseorang untuk mulai melakukan sesuatu, yaitu:
1. Mendekati kesenangan
2. Menjauhi kepedihan

Motivasi yang terhebat adalah kombinasi kedua unsur tersebut sekaligus.

Jadi bila seseorang belum tergerak untuk melakukan sesuatu, bearti:
1. Kesenangan yang terbayang belumlah cukup besar untuk menariknya melakukan sesuatu.
2. Kepedihan yang dideritanya sekarang juga belum cukup besar untuk membuatnya melakukan perubahan.

95% orang suka menunda, sampai ketika "sakit"nya sudah tidak tertahankan lagi, barulah mengadakan perubahan berarti dalam tindakannya, barulah "terpaksa" melakukan hal-hal yang dulu bisa dilakukannya lebih awal.

Kisah Segelas Susu


Ada seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah utk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda.

Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu.
“Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.
“Ayah mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.
“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.

Belasan tahun berlalu…Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.

Dokter Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter. Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Dia langsung mengenali wanita itu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia takut tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…

“Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr.Kelly.(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut.

(Cerita disadur dari buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)

Begitulah …Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan.
Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita. Dan jangan pernah menghina orang yang kita lihat lemah, karena kita tidak tahu nasib kita kedepan.

Selasa, 21 Oktober 2014

Asuransi = Ban Serep

Orang Tidak memiliki ASURANSI sama dengan Orang Yang Mengemudikan Mobil, dan Tau BAN SEREPNYA TIDAK ADA. Maka disetiap Jalan Selalu dihantuin Kecemasan dan selalu Berdoa, MUDAHAN TIDAK BOCOR, MUDAHAN TIDAK BOCOR, MUDAHAN TIDAK BOCOR...

Dan begitu BAN BENAR BENAR BOCOR, Maka dia adalah Orang PALING BODOH yang TAU AKAN KEBODOHANNYA...

Sudah Tau, Jika Tidak bawa BAN SEREP ITU SELALU WAS WAS, kenapa Juga NEKAD TIDAK BAWA BAN SEREP..


Nah Begitulah Manfaat ASURANSI...

Kalau anda hari ini belum Punya Asuransi, Maka Setiap hari anda HARUS SIAP jika Suatu Kondisi datang, maka anda adalah Orang yang "BODOH" di Dunia ini..

Kenapa?
- Karena Orang Sakit Itu BISA TERJADI KAPAN AJA.. Nah Pilihannya anda BAYAR DENGAN KURAS UANG ANDA dan MENJUAL ASET ASET ANDA, Atau anda bisa minta Perusahaan Asuransi Bayar Biaya Berobat anda?

- Karena MENINGGAL DUNIA itu BISA kapan aja Datang... Nah, Sudah siapkan anda jika kapan aja hal itu terjadi? Bagaimana Kondisi anak dan istri anda sepeninggal anda tersebut? atau anda TEGA Membiarkan istri anda KERJA KERAS BANTING TULANG Sepeninggal anda untuk menghidupi Anak anak YANG KATANYA ANDA CINTAI...

Dan Berbicara Asuransi, bukan hanya bicara Resiko, tapi juga bicara menganai Persiapan masa pensiun anda.

Dengan Disiplin menyisihkan Uang anda SETIAP BULAN, maka anda Akan Memiliki Masa Tua Yang tetap BAHAGIA, Karena anda akan memiliki Uang Yang CUKUP untuk Kehidupan anda saat anda TIDAK LAGI MAMPU UNTUK BEKERJA...


Yok, Segera Hubungi Agen Asuransi disekitar anda, dan Pastikan anda Segera memiliki Masa Depan Yang LEBIH BAIK..

Jumat, 03 Oktober 2014

Tanggungan Seorang Suami

Tidakkah Hai Para SUAMI BERPIKIR, bahwa anda tetap memiliki Tanggung Jawab Menafkahi Istri anda selama 1 Tahun sejak anda Meninggal Dunia?

Coba lihat ayat ini : “Mereka yang meninggal dan meninggalkan isteri, hendaklah memberi wasiat kepada isterinya (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya..." (QS Al-Baqarah 240)

Jadi.. Jika seorang SUAMI Meninggal dan Istrinya Terpaksa HARUS BEKERJA untuk bertahan hidup. Maka Bukankah DOSA bagi Bagi SUAMI?

Melalui Asuransi Syariah, tentunya seorang Suami bisa tenang ketika Meninggalkan Istrinya, karena akan memberikan Warisan Yang cukup.
Tidakkah Hai Para SUAMI BERPIKIR, bahwa anda tetap memiliki Tanggung Jawab Menafkahi Istri anda selama 1 Tahun sejak anda Meninggal Dunia?

Coba lihat ayat ini : “Mereka yang meninggal dan meninggalkan isteri, hendaklah memberi wasiat kepada isterinya (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya..." (QS Al-Baqarah 240)

Jadi.. Jika seorang SUAMI Meninggal dan Istrinya Terpaksa HARUS BEKERJA untuk bertahan hidup. Maka Bukankah DOSA bagi Bagi SUAMI?

Melalui Asuransi Syariah, tentunya seorang Suami bisa tenang ketika Meninggalkan Istrinya, karena akan memberikan Warisan Yang cukup.

Kamis, 04 September 2014

JIKA MELAKUKAN DENGAN CARA YANG SAMA TERUS

Seekor lalat berusaha ke luar dari rumah. Ketika hampir mencapai ke luar, dia menabrak jendela kaca. Agak sempoyongan, hampir jatuh, si lalat pun terbang lagi, berusaha menerjang kaca itu lagi.Dengan tak kenal menyerah, si lalat mencobaa lagi. Lalat itu merayap kaca, bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari pun makin malam, si lalat itu nampak kelelahan & kelaparan.

Esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.Sekelompok semut serentak mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati.



Seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua"Mengapa dia sekarat?"."Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yg seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh2 telah berjuang keras berusaha keluar dari ruangan ini dan menabrak kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan mati".Semut kecil itu bertanya lagi "Aku masih tak mengerti, bukan-nya lalat itu sdh berusaha keras? Kenapa dia tidak berhasil?".Semut tua itu menjawab, "Lalat itu bagaikan seorg yg tdk kenal menyerah & telah mencoba ber-ulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara2 yg sama.

Padahal kalau dia mau mencoba cara lain untuk keluar dari ruangan ini, tanpa harus mencoba ber-ulangkali menerjang kaca; Kalau saja dia mau lebih tenang dan memikirkan cara lain, dia bisa aja keluar melalui lubang angin yang ada di atas jendela kaca tsb.

"Semut tua dengan mimik & nada serius berkata:"Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dgn cara yg sama namun mengharapkan hasil yg berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini".

"Para pemenang tdk melakukan hal2 yang berbeda, mereka hanya melakukannya dgn cara yg berbeda".

Jadilah PEMENANG

Courtesy : Didik Mulato, RFP

Rabu, 21 Mei 2014

Kisah Tung Desem Waringin Yang Mempersulit Agen Asuransi

Siapa yang tidak kenal dengan Tung Desem Waringin (TDW)? Beliau adalah salah satu motivator wahid di Indonesia saat ini, ada sebuah kisah yang Tung Desem Waringin (TDW) ceritakan sendiri tentang pengalaman pribadinya ketika di hadapkan oleh seorang agen asuransi. Pada suatu waktu Tung Desem Waringin (TDW) pernah menunda-nunda untuk masuk asuransi. Dia mengakui bahwa dia menunda-nunda tersebut karena menurut dia asuransi itu tidak jelas keuntungannya. Dia merasa nanti setiap bulan harus bayar premi sedangkan untungnya apa? Dapat uang setelah saya mati. Kan nggak enak? Suatu hari dia bisa mau masuk asuransi karena agen asuransinya sangat ulet, sakti mandraguna. Padahal, saat di telepon, agennya sudah dipersulit dengan berbagai macam alasan seperti sedang sibuk, lagi ke luar kota, dll. Tapi pada suatu hari tahu-tahu agen asuransinya nongol di rumahnya. Tung Desem Waringin (TDW) pun bertanya-tanya, “Jangan-jangan karyawan saya ngasih bocoran ini.” Karena nggak enak hati akhirnya Tung Desem Waringin (TDW) menerimanya juga. Tung Desem Waringin (TDW) heran sama agen tersebut, kenapa kok bisa tangguh seperti itu. 

Tung Desem Waringin (TDW) pun menanyakan ke agen tersebut, “Kenapa sih kalau orang lain yang saya tolak, hanya sekali dua kali. Tapi anda kok bisa dahsyat terus menerus?” Sang agen tersebut pun lalu bercerita bahwa dulunya dia juga tidak setangguh ini. Dia bercerita, “Dulu pada waktu saya menawarkan asuransi ke seseorang, orang tersebut selalu menunda-nunda karena kesibukannya. Padahal sudah hampir ‘YA’, tapi kemudian sibuk lagi dan sibuk lagi akhirnya saya merasa nggak enak hati, saya kendur, & saya lupa untuk tangguh. Saya pikir nanti kalau butuh, dia akan telpon sendiri. Dan orang ini adalah saudara saya sendiri.” Si agen melanjutkan ceritanya, “Setelah itu, dia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Dia adalah saudara saya. Pada waktu datang melayat, saya menangis lebih kenceng daripada istrinya.” Tung Desem Waringin (TDW) bertanya, “Lho kenapa kamu menangis lebih kenceng daripada istrinya?

Sang Agen Asuransi menjawab : "KARENA SAYA DATANG CUMA MEMBAWA UCAPAN DUKA DAN UANG SECUKUPNYA SERTA KARANGAN BUNGA SAJA. SEHARUSNYA SAYA DATANG DENGAN MEMBAWA UANG 2 MILYAR". 

Mulai hari itu saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwa karena yang saya jual ini penting maka saya harus bersungguh-sungguh dan tidak akan menunda untuk ketemu walapun setelah itu saya ditolak, itu terserah dia. Pokoknya akan saya kejar terus karena ini penting untuk dia. Nah kalau saya lihat pak TDW, pak Tung Desem Waringin ini mirip dengan saudara saya sendiri.” Menurut Tung Desem Waringin (TDW), orang menunda-nunda itu karena dia tidak tahu apa untungnya dan apa ruginya. 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Orang kurang termotivasi jika hanya membayangkan keuntungan sekian persen. Orang jauh lebih takut dan lebih tergerak hatinya jika membayangkan secara tiba-tiba mendapat sengsara.

Sumber : Youtube

Selasa, 20 Mei 2014

Masih Mau Menolak Agent Asuransi ?

Ada seorang bapak yang mempunyai 4 orang teman baik dengan profesi Dokter Spesialis, Kepala Cabang Bank, Agent Asuransi dan ustadz.

Suatu hari si bapak mengalami kecelakaan & di rawat di RS, setelah itu bapak tersebut berpulang ke Rahmatullah.

Seminggu setelah kejadian itu, ke 4 temannya datang.

Dokter : Ibu, Saya turut berduka-cita atas kejadian ini, namun biaya rumah sakit selama masa perawatan harus tetap dibayar.

Banker : Saya juga turut bersedih atas kejadian ini. Tetapi bu, hutang2 mendiang waktu masih ada, tetap harus dibayar.

Ustadz : Ibu, saya turut berduka atas meninggalnya Almarhum, saya hanya bisa mendo'akan semoga Almarhum mendapat berkah serta ampunan dari Allah SWT.

Agent Asuransi : Ibu, Saya turut bersedih atas peristiwa ini & sudah menjadi kewajiban perusahaan saya untuk membayar biaya rumah sakit & memberikan uang pertanggungan untuk keluarga ibu. Seperti apa yang sudah mendiang percayakan kepada kami selama ini.

Apakah Anda masih mau menolak seorang Agent Asuransi ?
Kami hanya menjalankan tugas kami dengan sebagaimana mestinya. Saat ini, mungkin tidak banyak yang bisa kami kerjakan untuk Anda. Mungkin, saat ini, kami hanya merepotkan Anda, mengganggu Anda. Anda benci dengan kami karena kami selalu membahas meninggal, cacat, sakit, kecelakaan, bahkan mungkin sebagian dari Anda berpikiran bahwa kami seperti sedang nyumpahin Anda. Akan tetapi, saat Anda membutuhkan, kami ada untuk Anda di barisan paling depan. Kami akan menjalankan tugas kami di saat Anda paling butuh bantuan.

Terima kasih, untuk kepercayaan Anda kepada kami. Kami akan selalu mengerjakan tugas kami untuk Anda dengan sebaik-baiknya.

Minggu, 04 Mei 2014

Masih Mau Menolak Kehadiran Kami?

Ada seorang bapak yang mempunyai 4 orang teman baik dengan profesi Dokter Spesialis, Kepala Cabang Bank (Banker), Agent Asuransi dan ustadz.

Suatu hari si bapak mngalami kecelakaan & di rawat di RS, setelah itu bapak tersebut berpulang ke Rahmatullah.

Seminggu setelah kejadian itu, ke 4 temannya datang.

Dokter : Ibu, Saya turut berduka-cita atas kejadian ini, namun biaya rumah sakit selama masa perawatan harus tetap dibayar.

Banker : Saya juga turut bersedih atas kejadian ini. Tetapi bu, hutang2 mendiang waktu masih ada, tetap harus dibayar.

Ustadz : Ibu, saya turut berduka atas meninggalnya Almarhum, saya hanya bisa mendo'akan semoga Almarhum mendapat berkah serta ampunan dari Allah SWT.

Agent Asuransi : Ibu, Saya turut bersedih atas peristiwa ini & sudah menjadi kewajiban perusahaan saya untuk membayar biaya rumah sakit & memberikan uang pertanggungan untuk keluarga ibu. Seperti apa yang sudah mendiang percayakan kepada kami selama ini.

Apakah Anda masih mau menolak seorang Agent Asuransi ?

Kami hanya menjalankan tugas kami dengan sebagaimana mestinya. Saat ini, mungkin tidak banyak yang bisa kami kerjakan untuk Anda. Mungkin, saat ini, kami hanya merepotkan Anda, mengganggu Anda. Anda benci dengan kami karena kami selalu membahas meninggal, cacat, sakit, kecelakaan, bahkan mungkin sebagian dari Anda berpikiran bahwa kami seperti sedang nyumpahin Anda.

Akan tetapi, saat Anda membutuhkan, kami ada untuk Anda di barisan paling depan. Kami akan menjalankan tugas kami di saat Anda paling butuh bantuan.

Terima kasih, untuk kepercayaan Anda kepada kami. Kami akan selalu mengerjakan tugas kami untuk Anda dengan sebaik-baiknya.

Sepasang anak kembar

Ada sepasang anak kembar (Rolando & Ronaldo) yang terlahir dari keluarga yang berantakan, dimana ibunya seorang penjudi dan ayahnya seorang pemabuk juga penjudi. Ibu mereka lebih dahulu meninggal pada saat si kembar masih bayi. Ayah mereka menemani mereka sampai mereka sekolah, dan meninggal juga. Karena tak punya keluarga yang bersedia menampung, mereka akhirnya tinggal di panti asuhan yang berbeda.

Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar tersebut menghiasi koran berita lokal tempat lahir mereka di negara Mexico. 40 tahun kemudian setelah kejadian tersebut, seorang pemimpin redaksi ingin mengetahui di mana kedua bocah tersebut berada dan mengutus team wartawan mereka untuk melakukan liputan khusus...

Mereka menemukan Rolando sedang berada di sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya sudah berhari-hari tidak mandi. 
Mereka pun mewawancarai si Rolando, mengapa dia sampai jadi begini? Katanya sambil berteriak..."Aku begini karena AYAHKU...
Apa yang bisa anda harapkan dari anak seorang pemabuk...? Inilah aku, seorang pemabuk juga...! Buah kan jatuh tidak Jauh dari pohonnya..."


Sementara wartawan yang lain menemukan Ronaldo, di kota Mexico City sebagai seorang Direktur sebuah Perusahaan Internasional yang memiliki keluarga bahagia dan harta yang berkelebihan.

Mereka mewawancarai si Ronaldo,
"apa yang menjadi motivasi anda sehingga anda bisa menjadi sehebat ini " tanya si wartawan, jawabnya : "Ayahku dulu adalah seorang pemabuk dan penjudi.
Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa bangkit dan menjadi orang hebat, walau lahir dari keluarga pemabuk dan penjudi..."

Pesan Moral,
MINDSET dalam pikiran itulah yang menentukan kemana arah kehidupan yang akan kita jalani.

Apakah anda lihat sesuatu masalah itu dari sisi NEGATIF atau ambil dari sisi POSITIFnya, Pilihannya ada di tangan anda masing-masing.

Jadi Tanamkan dalam pikiran kita : "Bahwa buah itu bisa saja jatuh JAUH dari pohonnya".

Jumat, 02 Mei 2014

BATAL IKUT ASURANSI

Dikisahkan seorang ayah, berniat untuk memiliki polis asuransi dengan tujuan tabungan masa depan untuk diri sendiri, istri & ke-4 orang anaknya.

Setelah disepakati, si ayah meminta sang agent untuk membuat proposal sesuai dengan kebutuhannya dan meminta menemuinya pada hari yang sama diminggu berikutnya, sekalian dengan penyerahan premi pertama.

Tiba-tiba 1 hari sebelum jadwal pertemuan, si ayah membatalkan untuk mengikuti program asuransi, dengan alasan temannya pernah ikut, tapi klaim tidak dibayar dan teman yang lainya bilang bahwa setelah 3 tahun menabung saldonya tak sebanyak yang dia setor. Karena mendengar ucapan temannya tersebut menjadi alasan si ayah tidak jadi memiliki polis asuransi tanpa mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut.



Hari-hari berikutnya sang agent asuransi berusaha meyakinkan si ayah dengan mengingatkan tujuan awal si ayah  mengambil polis asuransi, namun sang teman berusaha sekuat tenaga untuk mencegah si ayah agar batal membeli asuransi. Singkat cerita sang teman berhasil membujuk si ayah untuk tidak membeli asuransi.

Si ayah mempunyai bisnis pribadi yaitu menyediakan tempat bermain dan menyewakan alat bermain kepada anak-anak, si ayah terkenal juga sebagai juragan perahu didaerahnya.

4 bulan berselang, tiba-tiba sang agent mendengar kabar kalau  terjadi hal yang tidak diinginkan, si ayah terkena penyakit liver dan paru-paru. Karena penyakit yang diderita tersebut mengharuskan Sang ayah dirawat di rumah sakit selama kurang lebih 1 bulan dan tidak mampu bekerja untuk mencari nafkah bagi kebutuhan istri dan anak2 nya. Karena biaya rumah sakit yang terus membengkak hingga akhirnya diputuskan untuk merawat si ayah dirumah saja.

Perawatan dan obat yang tidak memadai, mengakibatkan kesehatan si ayah semakin memburuk. Ditambah lagi kesedihan yang mendalam karena tidak mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

Sang istri juga merasa depresi karena tidak tahu harus berbuat apa, selama ini hanya dirumah sebagai ibu rumah tangga biasa.

Singkat cerita, sudah hampir 7 bulan berlalu penyakit si ayah tak kunjung sembuh bahkan bertambah buruk dengan komplikasi penyakit lain, info terakhir sang Ayah pergi meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk selama-lamanya.

Menurut anda apa yang mampu dilakukan oleh teman si ayah yang sudah melarang si ayah untuk membeli asuransi sebelumnya?

Moral Cerita :
JANGAN HALANGI TEMAN ANDA UNTUK MEMILIKI ASURANSI, JIKA ANDA BELUM SANGGUP MENANGGUNG BEBAN HIDUP KELUARGA MEREKA

Jadilah bijaksana, bukan hanya untuk anda..tapi juga untuk orang-orang disekitar anda.

Kamis, 24 April 2014

BATAL IKUT ASURANSI

Dikisahkan seorang ayah, berniat untuk punya asuransi dengan tujuan tabungan masa depan untuk diri sendiri, istri & ke-4 org anaknya. Setelah disepakati, sang ayah meminta agent untuk membuat proposal sesuai dengan kebutuhannya & meminta menemuinya pada hari yang sama diminggu berikutnya, sekalian dengan penyerahan premi pertama.

Tiba2 1 hari sebelum jadwal pertemuan, si ayah membatalkan untuk mengikuti program asuransi, dengan alasan temannya pernah ikut, tapi klaim tidak dibayar & teman yang lainya bilang bahwa setelah 3 th menabung saldonya tak sebanyak yang dia setor.Tanpa mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut.

Sang teman berusaha sekuat tenaga untuk mencegah si ayah agar batal membeli asuransi. Akhir kata sang teman berhasil, si ayah batal untuk membeli asuransi. Sang ayah punya bisnis pribadi menyediakan tempat bermain & menyewakan alat bermain kepada anak-anak & terkenal juga sebagai juragan perahu.

2 bln berselang, tiba-tiba terjadi hal yg tidak diinginkan, si ayah terkena sakit Liver & paru-paru. Sang ayah harus dirawat di rumah sakit selama +/- 1bln & tidak mampu bekerja untuk mencari nafkah bagi kebutuhan istri & anak-anaknya  Karena biaya rumah sakit yang terus membengkak & akhirnya diputuskan untuk dirawat dirumah saja.

Perawatan & obat yang tidak memadai, akibatnya kesehatan si ayah semakin memburuk. Ditambah lagi kesedihan yang mendalam karena tidak mampu bekerja & memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sang istri juga merasa depresi karena tak tau harus berbuat apa, selama ini hanya dirumah sebagai ibu rumah tangga biasa.

Singkat cerita, +/- 3 bln berlalu sakit sang ayah tak kunjung sembuh bahkan bertambah dengan komplikasi penyakit lain, info terakhir sang Ayah pergi, meninggalkan istri & anak2nya utk selama2nya.

Menurut anda apa yg mampu dilakukan oleh teman yg sudah melarang sebelumnya?

Moral Cerita :
JGN HALANGI TEMAN ANDA UTK MEMILIKI ASURANSI, JIKA ANDA BELUM SANGGUP MENANGGUNG BEBAN HIDUP MEREKA

Jadilah bijaksana, bukan hanya untuk anda..tapi juga untuk orang-orang disekitar anda

Selasa, 22 April 2014

Semangkuk Kebajikan

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.

"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "Dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "Kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.

"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :
"Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid. "Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."

"Siapakah direktur diperusahaan kamu ? Mengapa begitu baik terhadap kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami. Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya." Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :
"Bersemangat ya ! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"

Senin, 14 April 2014

Secangkir Kopi

Alkisah, sebuah liburan panjang diisi oleh sekumpulan sahabat untuk melakukan reuni. Sudah dua puluh tahun lebih mereka berpisah dan baru tahun itu mereka bisa berkumpul. Untuk itu, mereka sepakat untuk menemui gurunya ketika bersekolah dulu. Mereka hendak berterima kasih, bahwa dengan ajaran dari sang guru, mereka kini telah sukses dengan bidangnya masing-masing.

Maka, di sebuah sore yang hangat, mereka pun datang bersama-sama mengunjungi sang guru. Mereka saling bercanda, mengenang masa kenakalan ketika remaja. Kemudian satu sama lain mulai berkisah tentang perjuangan hidup yang mereka lalui. Ada yang sudah jadi bos besar di perusahaan multinasional. Ada pula yang menjadi pengusaha sukses di bidang transportasi. Ada pula yang mengaku sudah melanglang buana ke hampir semua benua untuk memenuhi impiannya.

Melihat percakapan seputar kesuksesan yang sudah hampir melampaui batas, sang guru pun meminta izin untuk ke belakang rumah. Rupanya, ia mengambil beberapa cangkir kopi dan satu teko berisi kopi panas yang siap diseduh. Uniknya, cangkir yang diberikan terdiri dari beragam bentuk dan terdiri pula dari beragam bahan. Ada yang dari keramik, kristal, kaca, melamin, dan ada pula yang hanya terbuat dari plastik biasa.

“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Bapak sudah siapkan kopi buat kalian,” sebut sang guru memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat. Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek. Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang guru pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

“Mari, silakan diminum,” ajak sang guru, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek. “Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun keluarga saya sendiri.”

“Wah, enak sekali Pak.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,” timpal salah satu murid yang langsung diiyakan oleh teman yang lain.

“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?” tanya sang guru.

Murid-murid itu pun saling berpandangan. Mereka bertanya-tanya, apa maksud gurunya bertanya seperti itu. Maka sang guru pun kembali meneruskan ucapannya. “Tak salah memang untuk memilih apa saja yang terbaik. Malahan, itu sangat manusiawi. Tapi masalahnya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan kalian mulai terganggu. Kalian melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Akibatnya, pikiran kalian terfokus pada cangkir. Padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkir, melainkan kopinya. Dan, kalian sendiri mengaku bahwa kopi ini adalah kopi terenak. Jadi, tolong pikirkan baik-baik. Hidup kita seperti kopi dalam cangkir tersebut. Sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kalian miliki.”

Sang guru pun kembali meneruskan wejangannya. “Karena itu, jangan pernah biarkan cangkir memengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, sebab kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus, dan pekerjaan mapan yang kalian banggakan tadi merupakan jaminan kebahagiaan. Namun sejatinya, kualitas hidup kita ditentukan oleh ‘apa yang ada di dalam’ bukan ‘apa yang kelihatan dari luar’. Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan rasa bahagia dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal. Jadi, kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”

Semua murid itu pun tertunduk malu. Mereka merasakan inilah reuni yang membuat mereka kembali “membumi”. Mereka pun berjanji, akan menjadikan pembelajaran cangkir kopi tersebut untuk menjadikan sukses yang diraih memberi kemanfaatkan kepada lebih banyak orang, dan bukannya menjebak mereka dalam kesombongan.

Sahabat semuanya...,

Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, keterkenalan, adalah sebuah predikat yang disandang. Tak salah jika kita mengejarnya. Tak salah pula bila kita ingin memilikinya. Namun, semua itu tak akan kita miliki selamanya. Semua hanya akan langgeng jika kita sebagai subjek—alias pemilik sejati kekayaan yang sebenarnya—memiliki kualitas dalam diri yang bersih, bernilai, bermartabat, dan penuh kebersahajaan.

Ibarat pepatah, manusia mati meninggalkan nama, maka nama seperti apa yang akan dikenang orang, itulah cerminan sejati apa yang sudah kita berikan pada sekeliling kita selama ini. “Nama” itulah “isi kopi” sesungguhnya yang harus kita jaga, rawat, dan sekaligus kita bagi untuk mendatangkan kemanfaatan pada lebih banyak orang.

Mari, kita jadikan “isi” dalam diri kita sebagai cerminan positif yang bisa selalu kita hadirkan untuk mendatangkan keberkahan, kebahagiaan, dan kesuksesan sejati.

Jumat, 11 April 2014

"KISAH SEBUAH JAM"

Alkisah, seorang pembuat jam tangan tengah berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Wahai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?”

“Ha?,” kata jam terperanjat, “Sebanyak itu? Mana sanggup saya?” 

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” tanya si tukang jam. 

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

Ya sudah, “Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” 

“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu !”. Tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya. 

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. 

Kalau begitu, “Sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” 

“Satu kali dalam satu detik? Ah..kalau ini mah ringan. Kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias. 

Si tukang jam pun tersenyum dan segera merampungkan jam tersebut. Maka, setelah selesai dibuat jam itu pun berdetak satu kali dalam setiap detiknya. 

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali ! 


Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap mustahil untuk dilakukan sekalipun. 

Jangan berkata “TIDAK” sebelum Anda mencobanya!

Sumber : Hani Damayanti Aprilia

DAUN DI MUSIM GUGUR

Pada suatu pagi hari di sebuah musim gugur, tampak seorang anak bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon-pohon yang rindang di sekitar situ tampak berguguran daunnya. Walaupun bekerja dengan rajin dan teliti menyapu dedaunan yang rontok, tetap saja halaman dikotori dengan ranting dan daun.

"Aduh capek deh. Biarpun menyapu dengan giat setiap hari tetap saja besok kotor lagi. Bagaimana caranya ya supaya aku tidak harus bekerja terlalu keras setiap hari?" sambil masih memegang sapu, si anak sibuk memutar otak memikirkan cara yang jitu.

Kepala asrama yang melintas di situ menghampiri dan menyapa, "Selamat pagi Anakku, kenapa kamu melamun? Apa gerangan yang sedang kamu pikirkan?" "Eh, selamat pagi paman. Saya sedang berpikir mencari cara bagaimana supaya halaman ini tetap bersih tanpa harus menyapunya setiap hari. Dengan begitu kan saya bisa mengerjakan yang lain dan tidak harus melulu menyapu seperti sekarang ini".

Sambil tersenyum si paman menjawab, "Bagaimana kalau kamu coba menggoyangkan setiap pohon agar daunnya jatuh lebih banyak. Siapa tahu, dengan lebih banyak daun yang gugur, paling tidak besok daunnya tidak mengotori halaman dan kamu tidak perlu menyapu". "Wah ide paman hebat sekali!" Segera dia berlari mendekat ke batang pohon dan menggoyang-goyangkan sekuat tenaga. Semua pohon diperlakukan sama, dengan harapan, setidaknya besok dia tidak perlu menyapu lagi. "Lumayan bisa istirahat satu hari tidak bekerja", katanya dalam hati dengan gembira.

Malam hari si anak pun tidur dengan nyenyak dan puas. Ketika bangun keesokan harinya, cepat-cepat dia berlari keluar kamar. Seketika harapannya berubah kecewa saat melihat halaman yang kembali dipenuhi dengan rontokan daun-daun. Saat itu pula paman sedang ada di luar dan memperhatikan ulah nya sambil berkata "Anakku, musim gugur adalah fenomena alam. Bagaimanapun kamu hari ini bekerja keras menyapu daun2 yang rontok, esok hari akan tetap ada daun-daun yang rontok untuk di bersihkan, Kita tidak bisa merubah kondisi alam sesuai dengan kemauan kita. Daun yang harus rontok, tidak bisa ditahan atau dipaksa rontok. Maka jangan kecewa karena harus bekerja setiap hari. Nikmati pekerjaanmu dengan hati yang senang, setuju?" kata si paman memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu berarti. "Setuju paman. Terima kasih atas pelajarannya", Segera dia berlari menghampiri sapunya.

Kalau kita bekerja dengan suasana hati yang tidak gembira , maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan terasa berat dan mudah timbul perasaaan bosan.

Pepatah mandarin mengatakan:

”Selesaikan pekerjaaan hari ini dengan baik, besok masih ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan.”


Sahabat,

Kalau kita telah mampu menikmati setiap pekerjaan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Maka setiap hari pasti menjadi hari kerja yang membahagiakan dan setiap besok menjadi harapan yang menggairahkan. Sehingga kita boleh dengan bangga mengatakan bahwa Bekerja adalah ibadah...

Sumber : Hani Damayanti Aprilia

"PENSIL"

Pada jaman dulu, pensil dibuat secara manual dalam arti tidak menggunakan mesin-mesin canggih seperti sekarang. Sebelum merakit pensil, seorang tukang pensil memilih kayu kecil yang benar-benar lurus dengan ukuran yang sesuai. Sesudah itu ia akan membelah kayu menjadi dua tepat di tengah. Di tengah-tengah belahan kayu tersebut dipasang batangan grafit. Sepasang kayu tersebut kemudian diolesi lem dan dikatupkan kembali.


Proses itu pulalah yang dilakukan oleh Charles. Charles adalah seorang tukang pensil yang cukup terkenal. Memang, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis waktu itu. Hanya orang-orang tertentu saja yang membutuhkan jasa Charles. Biasanya kaum bangsawan maupun keluarga kerajaan. Sehingga, kedudukan pembuat pensil di mata masyarakat waktu itu pun juga cukup terpandang.

Tetapi ada yang unik dari Charles. Setelah selesai merakit pensil dan sebelum dimasukkan ke kotaknya, Charles selalu berkata-kata dulu pada pensil buatannya. Begini katanya:

“Ada lima hal yang wajib kamu ketahui untuk menjadi pensil yang sempurna.” Ia melanjutkan,

“Pertama, ingatlah bahwa kalian hanya bisa menghasilkan tulisan yang indah jika ada sebuah tangan yang menuntun kalian.

Kedua, setiap akan dipakai kalian akan diraut dan dikikir. Ini adalah proses yang sangat menyakitkan. Tapi hanya itulah satu-satunya cara agar kalian bisa selalu tajam, sempurna, dan layak digunakan.

Ketiga, jangan takut untuk berbuat salah karena kalian bisa memperbaikinya sekalipun tidak bisa menghapusnya.

Keempat, bagian terpenting pensil terletak di dalam diri kalian, yaitu batangan grafit untuk menulis.

Kelima, mungkin kalian tidak digunakan untuk menulis di atas kertas melulu, adakalanya di tembok, di kanvas, atau di tempat-tempat lain yang tidak seharusnya. Tetapi, tetaplah setia untuk menggoreskan grafitmu. Karena tugasmu hanyalah menulis, tidak peduli dimanapun kamu akan ditugaskan.”

-----------------------------------------------------------------

*Jika direnungkan, apa yang dikatakan Charles kepada pensil buatannya sangat mirip dengan apa yang terjadi pada diri kita:

Pertama, manusia akan hanya bisa menghasilkan karya yang indah jika manusia tersebut membiarkan Tangan Tuhan mengendalikannya.

Kedua, manusia akan selalu bertemu dengan berbagai masalah. Tetapi harus diakui bahwa masalah-masalah tersebut membuat manusia bisa makin bertumbuh dan makin sempurna.

Ketiga, setiap manusia bisa berbuat salah, tetapi setiap manusia juga bisa memperbaiki kesalahan sekalipun tidak mampu untuk menghapusnya.

Keempat, keindahan manusia justru terletak pada bagian dalamnya, bukan pada sisi luarnya.

Kelima, adakalanya manusia merasa berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tetapi manusia harus tetap setia dengan peran dan tugasnya di tempat-tempat tersebut, mungkin Sang Pencipta memiliki rencana tersendiri kenapa manusia dibiarkan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya.