Mulai Membangun Sebuah Keluarga Impian

Kehidupan seorang manusia tidaklah lengkap tanpa didampingi oleh seseorang yang mampu serta bersedia menjadi teman hidup disaat suasana susah maupun senang, pernikahan merupakan awal dari sebuah komitmen penting dalam memulai hidup yang baru.

Rencanakan Segalanya Sedari Dini

Seorang anak merupakan pelengkap kebahagiaan rumah tangga, mari kita mulai merencanakan kebutuhan anak-anak kita sejak dini, sehingga masa depannya akan terjamin dan orangtuapun akan tenang dan sejahtera.

Masih Berkata Tidak Pada Asuransi? Coba Anda Pikirkan Kembali

Asuransi Prudential adalah kunci dari semua masalah keuangan terbesar yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Mulai dari proteksi terhadap seluruh tabungan, pendidikan anak, kesehatan, dana pensiun, aset yang dimiliki sekaligus investasi masa depan yang sangat menguntungkan.

Persiapan Untuk Hari Tua

Usia kita tidak selamanya muda, masa-masa produktif dalam mencari nafkah akan tergantikan oleh masa tua, jika kita sudah berada pada titik tersebut tentu sudah saatnya pula kita untuk beristirahat menikmati hari tua, sudahkah anda mempersiapkan dana pensiun guna hari tua anda? ataupun merencanakan keberangkatan anda ibadah haji dan umroh?

Prudential Adalah Asuransi Jiwa Terbaik

Prudential berhasil meraih penghargaan sebagai 1st Best Insurance Company sejak tahun 2001-2013, hal ini membuktikan betapa tingginya kepercayaan masyarakat kepada kinerja serta pelayanan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential yang selalu siap sedia membantu perencanaan keuangan keluarga anda.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

Yuk Berasuransi

Mungkin Saat Listrik dirumah anda Nyala, anda anggap sebuah Lilin TIDAK ADA GUNANYA, Tapi begitu Listrik Padam, Sebuah Lilin kecil mampu Menerangi Seisi Rumah anda... Walaupun tidak seterang saat Listrik Nyala, tetapi Lilin Mampu memberikan Kedamaian buat yang ada disekitarnya...



Begitu Juga dengan ASURANSI... Asuransi Tidak bisa menggantikan kebahagiaan ketika ANDA masih UTUH BERSAMA KELUARGA ANDA.. Namun setidaknya Dengan Asuransi anda bisa tetap memberi SECERCAH KEBAHAGIAAN buat keluarga Yang anda saat anda TIDAK LAGI BERSAMA MEREKA...

Yok Berasuransi...

Apa Yang Sudah Anda Persiapkan Sebelum Datangnya 5 Perkara?
Info Lebih Lanjut Hubungi
KURNIA HARAPAN | 0721 9959 257 | 0898 2284 844 |
PIN BLACKBERRY : 264F8132
Melayani Konsultasi Via SMS dan BBM

Mengapa Asuransi Itu Mulia

Ada sebagian dari kita yang mungkin sering bertanya "Kenapa Sih Asuransi Itu Penting?" Yuk mari kita lihat penjelasannya didalam salah satu ayat suci Qur'an Surah Al-Baqarah 240 : Seorang suami jelas jelas diperintahkan memberi kepastian hidup yg layak buat istrinya jika ia (suami) Meninggal Dunia.


Info Lebih Lanjut Hubungi
KURNIA HARAPAN | 0721 9959 257 | 0898 2284 844 |
PIN BLACKBERRY : 264F8132

Jumat, 03 Oktober 2014

Tanggungan Seorang Suami

Tidakkah Hai Para SUAMI BERPIKIR, bahwa anda tetap memiliki Tanggung Jawab Menafkahi Istri anda selama 1 Tahun sejak anda Meninggal Dunia?

Coba lihat ayat ini : “Mereka yang meninggal dan meninggalkan isteri, hendaklah memberi wasiat kepada isterinya (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya..." (QS Al-Baqarah 240)

Jadi.. Jika seorang SUAMI Meninggal dan Istrinya Terpaksa HARUS BEKERJA untuk bertahan hidup. Maka Bukankah DOSA bagi Bagi SUAMI?

Melalui Asuransi Syariah, tentunya seorang Suami bisa tenang ketika Meninggalkan Istrinya, karena akan memberikan Warisan Yang cukup.
Tidakkah Hai Para SUAMI BERPIKIR, bahwa anda tetap memiliki Tanggung Jawab Menafkahi Istri anda selama 1 Tahun sejak anda Meninggal Dunia?

Coba lihat ayat ini : “Mereka yang meninggal dan meninggalkan isteri, hendaklah memberi wasiat kepada isterinya (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya..." (QS Al-Baqarah 240)

Jadi.. Jika seorang SUAMI Meninggal dan Istrinya Terpaksa HARUS BEKERJA untuk bertahan hidup. Maka Bukankah DOSA bagi Bagi SUAMI?

Melalui Asuransi Syariah, tentunya seorang Suami bisa tenang ketika Meninggalkan Istrinya, karena akan memberikan Warisan Yang cukup.

Kamis, 04 September 2014

JIKA MELAKUKAN DENGAN CARA YANG SAMA TERUS

Seekor lalat berusaha ke luar dari rumah. Ketika hampir mencapai ke luar, dia menabrak jendela kaca. Agak sempoyongan, hampir jatuh, si lalat pun terbang lagi, berusaha menerjang kaca itu lagi.Dengan tak kenal menyerah, si lalat mencobaa lagi. Lalat itu merayap kaca, bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari pun makin malam, si lalat itu nampak kelelahan & kelaparan.

Esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.Sekelompok semut serentak mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati.



Seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua"Mengapa dia sekarat?"."Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yg seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh2 telah berjuang keras berusaha keluar dari ruangan ini dan menabrak kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan mati".Semut kecil itu bertanya lagi "Aku masih tak mengerti, bukan-nya lalat itu sdh berusaha keras? Kenapa dia tidak berhasil?".Semut tua itu menjawab, "Lalat itu bagaikan seorg yg tdk kenal menyerah & telah mencoba ber-ulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara2 yg sama.

Padahal kalau dia mau mencoba cara lain untuk keluar dari ruangan ini, tanpa harus mencoba ber-ulangkali menerjang kaca; Kalau saja dia mau lebih tenang dan memikirkan cara lain, dia bisa aja keluar melalui lubang angin yang ada di atas jendela kaca tsb.

"Semut tua dengan mimik & nada serius berkata:"Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dgn cara yg sama namun mengharapkan hasil yg berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini".

"Para pemenang tdk melakukan hal2 yang berbeda, mereka hanya melakukannya dgn cara yg berbeda".

Jadilah PEMENANG

Courtesy : Didik Mulato, RFP

Sabtu, 31 Mei 2014

Abah Kangen

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox. 

Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya. Ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata pesan 3 bulan yang lalu.

Dia baca isinya:

“Salam. Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini.

Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.

Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?

Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.

Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun.

Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu.

Saat kamu masuk MI. Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.

Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar. Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan abah.

Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu.

Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis.

Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi.

Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi.

Abah tidak minta banyak… Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada abah. Mengadu pada abah. Bercerita pada abah seperti saat kamu keci dulu. Apapun.

Maafkan abah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah. Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah.

Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah.
Maafkan abah atas segalanya.”

Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya. Di saat tidak mungkin lagi mampu memeluk tubuh tua ayahnya.

# Hargai orang tua kita selama dia masih hidup...kadang kala kita terlalu sibuk dengan kerja. Sampaikah kita lupa akan dia yang membesarkan kita... memberi pendidikan untuk kita bekerja.. mengajar kita berjalan untuk bekerja..

Jangan sampai anak kita nanti melupakan kita seperti kita melupakan kedua orangtua kita.

Sumber : Kisah-Kisah-Teladan-Islami-Penuh-Hikmah

Rabu, 21 Mei 2014

Syarifuddin Khalifah Kini Dewasa, Bayi Ajaib Non-Muslim Afrika

Muslimedianews ~ Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab:“No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.

Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.

Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.

Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang

Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.

Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.

Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.

Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.

Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.

Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.

Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.

Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”

Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.

Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.

Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).

Koleksi video Syarifuddin Khalifah saat kecil hingga dewasanya bisa Anda lihat di saluran ini:http://www.youtube.com/channel/UCvBjZN8LVWwvPh4eLLxmY-w/videos

Sumber : Muslimedia

Kisah Tung Desem Waringin Yang Mempersulit Agen Asuransi

Siapa yang tidak kenal dengan Tung Desem Waringin (TDW)? Beliau adalah salah satu motivator wahid di Indonesia saat ini, ada sebuah kisah yang Tung Desem Waringin (TDW) ceritakan sendiri tentang pengalaman pribadinya ketika di hadapkan oleh seorang agen asuransi. Pada suatu waktu Tung Desem Waringin (TDW) pernah menunda-nunda untuk masuk asuransi. Dia mengakui bahwa dia menunda-nunda tersebut karena menurut dia asuransi itu tidak jelas keuntungannya. Dia merasa nanti setiap bulan harus bayar premi sedangkan untungnya apa? Dapat uang setelah saya mati. Kan nggak enak? Suatu hari dia bisa mau masuk asuransi karena agen asuransinya sangat ulet, sakti mandraguna. Padahal, saat di telepon, agennya sudah dipersulit dengan berbagai macam alasan seperti sedang sibuk, lagi ke luar kota, dll. Tapi pada suatu hari tahu-tahu agen asuransinya nongol di rumahnya. Tung Desem Waringin (TDW) pun bertanya-tanya, “Jangan-jangan karyawan saya ngasih bocoran ini.” Karena nggak enak hati akhirnya Tung Desem Waringin (TDW) menerimanya juga. Tung Desem Waringin (TDW) heran sama agen tersebut, kenapa kok bisa tangguh seperti itu. 

Tung Desem Waringin (TDW) pun menanyakan ke agen tersebut, “Kenapa sih kalau orang lain yang saya tolak, hanya sekali dua kali. Tapi anda kok bisa dahsyat terus menerus?” Sang agen tersebut pun lalu bercerita bahwa dulunya dia juga tidak setangguh ini. Dia bercerita, “Dulu pada waktu saya menawarkan asuransi ke seseorang, orang tersebut selalu menunda-nunda karena kesibukannya. Padahal sudah hampir ‘YA’, tapi kemudian sibuk lagi dan sibuk lagi akhirnya saya merasa nggak enak hati, saya kendur, & saya lupa untuk tangguh. Saya pikir nanti kalau butuh, dia akan telpon sendiri. Dan orang ini adalah saudara saya sendiri.” Si agen melanjutkan ceritanya, “Setelah itu, dia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Dia adalah saudara saya. Pada waktu datang melayat, saya menangis lebih kenceng daripada istrinya.” Tung Desem Waringin (TDW) bertanya, “Lho kenapa kamu menangis lebih kenceng daripada istrinya?

Sang Agen Asuransi menjawab : "KARENA SAYA DATANG CUMA MEMBAWA UCAPAN DUKA DAN UANG SECUKUPNYA SERTA KARANGAN BUNGA SAJA. SEHARUSNYA SAYA DATANG DENGAN MEMBAWA UANG 2 MILYAR". 

Mulai hari itu saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwa karena yang saya jual ini penting maka saya harus bersungguh-sungguh dan tidak akan menunda untuk ketemu walapun setelah itu saya ditolak, itu terserah dia. Pokoknya akan saya kejar terus karena ini penting untuk dia. Nah kalau saya lihat pak TDW, pak Tung Desem Waringin ini mirip dengan saudara saya sendiri.” Menurut Tung Desem Waringin (TDW), orang menunda-nunda itu karena dia tidak tahu apa untungnya dan apa ruginya. 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Orang kurang termotivasi jika hanya membayangkan keuntungan sekian persen. Orang jauh lebih takut dan lebih tergerak hatinya jika membayangkan secara tiba-tiba mendapat sengsara.

Sumber : Youtube

Senin, 12 Mei 2014

Kisah Kulkas Satu Milyar

Di bawah ini adalah sebuah kisah yang sebaiknya tidak kita teladani. Namun dari kisah ini kita dapat memetik pelajaran yang sangat-sangat berharga. 

Pada suatu hari, seorang agen asuransi datang ke rumah sepasang suami-istri yang masih muda & hidup bahagia. Si agen menjelaskan panjang lebar mengenai manfaat asuransi beserta ilustrasi tabungan yang cocok bagi pasangan bahagia tersebut. Pasangan tersebut antusias sekali dengan penjelasan si agen, dan merasa butuh dengan asuransi tersebut mengingat mereka belum mempunyai asuransi untuk melindungi keuangan mereka. Mereka ingin menjadi peserta/nasabah dari asuransi tersebut, namun mereka menundanya dengan alasan masih ada cicilan kulkas. Akhirnya mereka menyuruh si agen untuk datang kembali bulan depan setelah cicilan kulkas lunas. 


Selang satu bulan, datanglah si agen ke rumah pasangan muda tersebut sesuai janjinya. Diketuklah rumah pasangan muda itu yang sebulan lalu ia temui. Setelah pintu diketuk & agen mengucapkan salam, dibukalah pintu rumah tersebut oleh seorang ibu muda. Sang ibu tersebut mempersilahkan si agen untuk duduk. Lalu si agen bertanya,”Bapak ada bu?” Sang ibu muda tidak menjawab pertanyaan tersebut, melainkan malah menangis terisak-isak. “Ibu kenapa menangis?”, tanya si agen asuransi penuh penasaran. Sang ibu muda pun menunjukkan sebuah kulkas di dalam rumah kepada si agen. Ibu muda tersebut dengan meneteskan air mata berkata, “Pak, ini kulkas harganya 1 milyar.”

“Kok bisa semahal itu Bu?”, tanya si agen makin penasaran. Sang ibu muda pun sambil terisak-isak bercerita, “Satu bulan yang lalu kami telah menunda untuk berasuransi karena masih ada cicilan kulkas ini. Dua minggu setelah itu, saat pulang dari kantor, suami saya mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan beliau meninggal. Dan kulkas inilah yang ditinggalkannya untuk saya.” Sang ibu muda pun melanjutkan, “Seandainya kami tidak menunda untuk masuk asuransi, tentunya saya akan mendapat uang santunan sebesar 1 milyar. Sekarang saya nggak tahu harus kemana mencari nafkah untuk menghidupi saya & anak saya yang masih kecil ini…” 

Dari cerita diatas dapat kita ambil hikmah bahwa kapan saja Tuhan bisa memanggil kita untuk menghadap-NYA, namun kita tidak pernah tahu kapan atau menunda barang sejenak kehendak Yang Maha Kuasa. Yang menjadi pertanyaannya adalah sudah siapkah kita menghadap-NYA? Sudahkah kita persiapkan kebutuhan keluarga sepeninggalan kita nantinya? 

Bila anda termasuk orang-orang yang selalu menunda untuk memiliki polis asuransi dengan alasan jangka waktu yang terlalu lama dalam membayar premi, mari kita tanyakan kembali kepada diri kita, kenapa untuk membayar cicilan rumah yang jauh lebih lama, cicilan kendaraan yang tidak sedikit jumlahnya kita mampu untuk membayarnya. Tapi kenapa pada saat kita ditawarkan polis asuransi oleh agen asuransi, kita selalu menunda atau bahkan menolak dengan keras tawaran tersebut, sedangkan kita tahu begitu besar manfaat yang bisa kita terima jika kita membeli polis asuransi. Mari saudaraku kita renungkan bersama-sama dan tanyakan pada diri kita. MASIH MAUKAH KITA MENUNDA BAHKAN MENOLAK AGEN ASURANSI YANG BERUSAHA MEMBANTU KITA??

Dari Berbagai Sumber

Jumat, 02 Mei 2014

BATAL IKUT ASURANSI

Dikisahkan seorang ayah, berniat untuk memiliki polis asuransi dengan tujuan tabungan masa depan untuk diri sendiri, istri & ke-4 orang anaknya.

Setelah disepakati, si ayah meminta sang agent untuk membuat proposal sesuai dengan kebutuhannya dan meminta menemuinya pada hari yang sama diminggu berikutnya, sekalian dengan penyerahan premi pertama.

Tiba-tiba 1 hari sebelum jadwal pertemuan, si ayah membatalkan untuk mengikuti program asuransi, dengan alasan temannya pernah ikut, tapi klaim tidak dibayar dan teman yang lainya bilang bahwa setelah 3 tahun menabung saldonya tak sebanyak yang dia setor. Karena mendengar ucapan temannya tersebut menjadi alasan si ayah tidak jadi memiliki polis asuransi tanpa mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut.



Hari-hari berikutnya sang agent asuransi berusaha meyakinkan si ayah dengan mengingatkan tujuan awal si ayah  mengambil polis asuransi, namun sang teman berusaha sekuat tenaga untuk mencegah si ayah agar batal membeli asuransi. Singkat cerita sang teman berhasil membujuk si ayah untuk tidak membeli asuransi.

Si ayah mempunyai bisnis pribadi yaitu menyediakan tempat bermain dan menyewakan alat bermain kepada anak-anak, si ayah terkenal juga sebagai juragan perahu didaerahnya.

4 bulan berselang, tiba-tiba sang agent mendengar kabar kalau  terjadi hal yang tidak diinginkan, si ayah terkena penyakit liver dan paru-paru. Karena penyakit yang diderita tersebut mengharuskan Sang ayah dirawat di rumah sakit selama kurang lebih 1 bulan dan tidak mampu bekerja untuk mencari nafkah bagi kebutuhan istri dan anak2 nya. Karena biaya rumah sakit yang terus membengkak hingga akhirnya diputuskan untuk merawat si ayah dirumah saja.

Perawatan dan obat yang tidak memadai, mengakibatkan kesehatan si ayah semakin memburuk. Ditambah lagi kesedihan yang mendalam karena tidak mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

Sang istri juga merasa depresi karena tidak tahu harus berbuat apa, selama ini hanya dirumah sebagai ibu rumah tangga biasa.

Singkat cerita, sudah hampir 7 bulan berlalu penyakit si ayah tak kunjung sembuh bahkan bertambah buruk dengan komplikasi penyakit lain, info terakhir sang Ayah pergi meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk selama-lamanya.

Menurut anda apa yang mampu dilakukan oleh teman si ayah yang sudah melarang si ayah untuk membeli asuransi sebelumnya?

Moral Cerita :
JANGAN HALANGI TEMAN ANDA UNTUK MEMILIKI ASURANSI, JIKA ANDA BELUM SANGGUP MENANGGUNG BEBAN HIDUP KELUARGA MEREKA

Jadilah bijaksana, bukan hanya untuk anda..tapi juga untuk orang-orang disekitar anda.

Kamis, 01 Mei 2014

KISAH NYATA TENTANG SEORANG WANITA YANG DI TINGGAL SANG SUAMI UNTUK SELAMANYA

Suatu pagi, seorang suami pergi untuk bekerja. Pada perjalanan ke pabriknya, terjadi kecelakaan lalu lintas dikabarkan sang suami tersebut  meninggal ditempat.

Satu bulan kemudian, tetangga melihat truk toko furniture menyita sofa, meja makan, lemari besar, bahkan "double-bad"!. Para tetangga mengerti "CICILAN RINGAN" ternyata SUDAH TIDAK RINGAN LAGI PEMBAYARANNYA !!!. 

Beberapa minggu kemudian, tetangga melihat 4 pria berbadan besar dan berwajah seram mendatangi rumah si janda. Mereka memperlihatkan secarik kertas dan menunjuk ke arah Honda Civic milik almarhum suaminya. Tak lama si janda masuk kedalam rumahnya dan memberikan kunci mobil tersebut lalu ke empat pria tadi berlalu dari rumah si janda.

Beberapa hari kemudian, tetangga melihat loper koran minta tagihan dibayar. Si janda masuk ke rumah kemudian terdengar suara suatu benda yang pecah, lalu terdengar tangis anaknya, "Mama, jangan ambil uang saya". Ia pun membayar loper koran dengan uang receh tabungan anaknya!

Itulah saat terakhir tetangga melihat si janda. Suatu siang, seorang pria datang mengendarai mobil volvo biru  berhenti dan mengetuk pintu rumah si janda.

" Tidak ada orang." Kata tetangga.

Karena merasa ada yang tidak beres, pemuda itu mendatangi rumah tetangga & memperkenalkan diri sebagai agen asuransi. Kedatangannya untuk memberikan uang pertanggungan asuransi sang suami kepada si janda, uang asuransi yang menjadi haknya karena sang suami sudah meninggal dunia.

Mendengar hal itu, para tetangga segera memberitahu si janda untuk membuka pintu. Ketika pintu terbuka, sang agen hampir tak percaya melihat kondisi wanita yang ditemuinya setahun yang lalu.

"Jangan bilang ibu tidak kenal dengan saya. Saya pernah datang minum teh dengan almarhum suami ibu, ingat? Waktu itu saya mau menjual polis asuransi tapi ibu MENOLAK. Keesokannya almarhum membeli polis senilai 1 Milyard. Suami ibu meminta saya untuk merahasiakan perihal polis asuransi ini kepada ibu sampai waktu yang tepat, dan saya rasa saat inilah waktu yang suami ibu maksudkan kepada saya. Mulai sekarang ibu tak perlu khawatir lagi. Kami akan menjaga ibu & anak ibu seperti yang sudah kami janjikan pada almarhum".

Janda itu tak bisa mempercayainya. Air mata kebahagiaan jatuh ke pipinya, ia berlutut dan berterima kasih pada sang agen. Ia sangat menyesal karena dulu pernah menolak untuk membeli polis asuransi, dan ia pun tidak menyangka sang suami secara diam-diam tanpa persetujuannya tetap mengambil polis asuransi.


Kisah diatas menggambarkan kebijakan sang suami untuk tidak meninggalkan keluarganya dalam keadaan susah, sang suami ingin sepeninggalannya nanti keluarga yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan kehidupannnya, pendidikan anak-anaknya dapat selesai. Poin utama yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah :
  1. Apakah anda masih mau berkata TIDAK untuk membeli polis asuransi???
  2. Apakah anda mau melihat keluarga anda tidak bisa melanjutkan kehidupan mereka dan menggapai impian mereka???
  3. Apakah anda termasuk salah satu orang yang menolak agen asuransi seperti janda tersebut ???

Senin, 14 April 2014

Kenapa Masih Membuang Uang Untuk Membunuh Diri Sendiri


Kenapa orang mau menghabiskan lebih dari Rp,10.000/hari untuk sebungkus rokok, padahal sudah jelas diperingatkan & tertera di bungkusan setiap rokok

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

kenapa orang mau menghabiskan uang lebih dari Rp,10.000/hari untuk membeli

KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

dibandingkan membayar Rp. 15.000/hari untuk membeli asuransi yang memberikan santunan hingga Rp,100.000.000 apabila anda terkena salah satu PENYAKIT KRITIS ?