Mulai Membangun Sebuah Keluarga Impian
Kehidupan seorang manusia tidaklah lengkap tanpa didampingi oleh seseorang yang mampu serta bersedia menjadi teman hidup disaat suasana susah maupun senang, pernikahan merupakan awal dari sebuah komitmen penting dalam memulai hidup yang baru.
Rencanakan Segalanya Sedari Dini
Seorang anak merupakan pelengkap kebahagiaan rumah tangga, mari kita mulai merencanakan kebutuhan anak-anak kita sejak dini, sehingga masa depannya akan terjamin dan orangtuapun akan tenang dan sejahtera.
Masih Berkata Tidak Pada Asuransi? Coba Anda Pikirkan Kembali
Asuransi Prudential adalah kunci dari semua masalah keuangan terbesar yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Mulai dari proteksi terhadap seluruh tabungan, pendidikan anak, kesehatan, dana pensiun, aset yang dimiliki sekaligus investasi masa depan yang sangat menguntungkan.
Persiapan Untuk Hari Tua
Usia kita tidak selamanya muda, masa-masa produktif dalam mencari nafkah akan tergantikan oleh masa tua, jika kita sudah berada pada titik tersebut tentu sudah saatnya pula kita untuk beristirahat menikmati hari tua, sudahkah anda mempersiapkan dana pensiun guna hari tua anda? ataupun merencanakan keberangkatan anda ibadah haji dan umroh?
Prudential Adalah Asuransi Jiwa Terbaik
Prudential berhasil meraih penghargaan sebagai 1st Best Insurance Company sejak tahun 2001-2013, hal ini membuktikan betapa tingginya kepercayaan masyarakat kepada kinerja serta pelayanan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential yang selalu siap sedia membantu perencanaan keuangan keluarga anda.
Senin, 13 April 2015
Harus Dari Sekarang
Survey Terhadap Orang Tua
Selasa, 13 Januari 2015
Sakit Itu Mahal
Kurnia Harapan
0898 2284 844
0821 7627 1090
264F8132
Saya Siap Membantu Merencanakan Keuangan Anda dan Keluarga Anda
Sisihkan Sebagian Penghasilan
Selasa, 21 Oktober 2014
Jumat, 03 Oktober 2014
Rabu, 11 Juni 2014
Apa Sih Inflasi Itu?
- Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]
- Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.
- Kelompok Bahan Makanan
- Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
- Kelompok Perumahan
- Kelompok Sandang
- Kelompok Kesehatan
- Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
- Kelompok Transportasi dan Komunikasi.
- Inflasi Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) di dalam pergerakan inflasi dan dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti:
- Interaksi permintaan-penawaran
- Lingkungan eksternal: nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang
- Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen
- Inflasi non Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung tinggi volatilitasnya karena dipengaruhi oleh selain faktor fundamental. Komponen inflasi non inti terdiri dari :
- Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food) :Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional.
- Inflasi Komponen Harga yang diatur Pemerintah (Administered Prices) :Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) berupa kebijakan harga Pemerintah, seperti harga BBM bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.
Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Faktor-faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price), dan terjadi negative supply shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.
Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya. Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihioutput potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian. Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi dalam menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan ekonominya. Ekspektasi inflasi tersebut apakah lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penentuan upah minimum regional (UMR). Meskipun ketersediaan barang secara umum diperkirakan mencukupi dalam mendukung kenaikan permintaan, namun harga barang dan jasa pada saat-saat hari raya keagamaan meningkat lebih tinggi dari komdisisupply-demand tersebut. Demikian halnya pada saat penentuan UMR, pedagang ikut pula meningkatkan harga barang meski kenaikan upah tersebut tidak terlalu signifikan dalam mendorong peningkatan permintaan.
Kestabilan inflasi merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.
Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.
Asuransi Jiwa Bukan Untuk Ditolak tapi Bisa Ditunda
Selasa, 10 Juni 2014
Setiap Orang Pasrti Menghadapi Resiko Sakit Dan Meninggal Dunia
Sumber : Kontan
Mau financial freedom? Jangan takut bermimpi!
Selasa, 20 Mei 2014
Masih Mau Menolak Agent Asuransi ?
Senin, 19 Mei 2014
Risk Based Capital Prudential Indonesia Tahun 2013
Senin, 12 Mei 2014
Berapa Saldo Rekening Tabungan Anda?
Selasa, 06 Mei 2014
MENGHITUNG BIAYA SEKOLAH ANAK
- Saat anak masuk SD contoh di atas diambil 15jt
- Saat anak masuk SMP diambil 20 jt
- Dan saat anak masuk SMU diambil 30 jt
- Pada saat anak mau masuk kuliah masih ada saldo tabungan 230 jutaan lebih
- Namun jika pada saat SD,SMP dan SMU tidak diambil, saat anak mau masuk kuliah ada dana tabungan 392 jutaan, dari hanya total menabung selama 10 th sejumlah 120jt
- Disamping itu anak akan mendapat kartu Pru Hospital Surgical (PHS) yang berlaku sampai anak usia 55 th kelak(Pru Hospital Surgical ini dipakai ketika masuk rumah sakit.
- Dan yang paling bagus lagi adanya JAMINAN atau GARANSI Tabungan, ketika dalam masa menabung selama 10 tahun orang tua di tengah perjalan menabung orang tua terkena penyakit kritis, cacat total atau bahkan meninggal, maka Prudential membebaskan kewajiban menabung atau bisa dibilang STOP nabungnya/tidak wajib lagi meneruskan tabungan, tapi selanjutnya Prudential akan menjadi ORANG TUA ASUH yang akan melanjutkan tabungan ke rekening anak sejumlah biasa menabung sampai anak usia 25th.
Untuk info manfaat yang anda terima jika menabung di Prudential silahkan klik DISINI untuk mengisi data-data yang dibutuhkan.






.png)

.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)







